8.1. Special Event
Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya, salah satu kiat keberhasilan dalam kegiatan Public Relations dalam menciptakan citra positif adalah melakukan komunikasi dua arah (reciprocal two ways traffic communication) melalui berbagai even- even khusus perusahaan (special events).
Defenisi Event adalah sebagai berikut: “Event are transient and every event is a unique blending of its duration, setting, management and people”. Event adalah fana, tidak abadi dan setiap event merupakan suatu campuran unik dari durasi, pengaturan, pengurus dan orang-orangnya (Getz, 1997).
“Special events are defined as specific rituals, presentation, perfomances or celebrations that are conciously planned and created to mark special occasions or to achieve particular social, cultural or corporate objectives.” Special event adalah suatu ritual istimewa, pertunjukan, penampilan atau perayaan yang direncanakan dan dibuat untuk menandai acara-acara khusus atau untuk mencapai tujuan sosial, budaya atau tujuan-tujuan khusus dari sebuah organisasi” (Allen, 2002). Sedangkan menurut James E, & T. Hunt (1984): A special event is a one-time event focused on a specific purpose such as a groundbreaking, grand opening or other significant occasion in the life of a library. Special events may also be created for other targeted purposes such as a jobs fair; awards banquet or logo contest.
Event dibedakan menjadi public dan private event. Yang termasuk dalam public event adalah : perayaan budaya, seni atau hiburan, bisnis atau perdagangan, kompetisi olahraga, pendidikan dan ilmu pengetahuan, rekreasi serta politik dan kenegaraan.
Sedangkan private event meliputi perayaan pribadi seperti peringatan hari jadi atau anniversaries, liburan keluarga, pesta pernikahan, pesta ulang tahun, reuni, gala dinner dan lain-lain. Sedangkan event dalam bidang ekonomi politik dan pariwisata adalah sebagai penarik minat turis, pembuat image, alat politik dan sebagai alat untuk menggalang dana. Dalam perayaan umum dapat berupa acara peringatan, pesta, upacara agama, atau ritual-ritual dan event-event santai. Sedangkan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari berupa perayaan pribadi (Getz, 1997).
Jika dilihat dari pandangan organizer terdapat berbagai macam perbedaan tentang event. Beberapa tidak tertarik di bidang pariwisata, meskipun seluruh manajer harusnya peduli atas potensinya untuk menumbuh kembangkan event-event yang telah eksis. Organizer biasanya terlibat dalam event-event antara lain:
- Program event yang diselenggarakan oleh agency-agency umum misalnya program rekreasi. Acara seperti ini biasanya dirancang untuk kegiatan korporasi untuk memotivasi staf.
- Festival atau pesta yang diselenggarakan oleh komunitas sukarelawan dimana staff-nya tidak dibayar karena bersifat sukarela.
- Event untuk mencari keuntungan, biasanya berupa acara- acara hiburan, pertandingan olahraga dan acara-acara di taman hiburan.
- Program event yang diselenggarakan dalam rangka public relations, pengenalan produk maupun penjualan. 8.2. Jenis-jenis Special Event
Adapun bentuk-bentuk special event umumnya antara lain:
- Festival : kegiatan ini pada umumnya merupakan salah satu bentuk perlombaan/kompetisi yang memperebutkan gelar juara, terutama dalam dunia entertainment/hiburan. Salah satu contoh kegiatan festival misalnya adalah festival musik rock yang dilakukan LZ dengan nama “Siblonk.” Bagi LZ kegiatan pada dasarnya ditujukan untuk menguatkan posisi LZ sebagai barometer pencetak grup-grup band rock terbaru di dunia rekaman, sehingga LZ banyak mendapat kontrak kegiatan komersial. Sementara bagi para peminat musik rock, festival ini menjadi suatu saluran minat dan bakat yang amat prestise karena mengkompetisikan seluruh grup band yang ada di Indonesia.
Belakangan ini kegiatan ini bahkan menjalar di mass media televisi, dan digunakan sebagai trik untuk menarik pemirsa, misalnya ada KDI (Kontes Dangdut Indonesia) di TPI, ada AFI (Akademi Fantasi Indosiar) di Indosiar, dan lain-lain. - Fair: kegiatan ini biasanya merupakan kegiatan periodik yang dilakukan suatu organisasi. Suatu organisasi bisa sebagai pelaksanaan suatu fair bisa pula hanya berperan sebagai peserta atau juga partisipan dan sponsor. Fair ini sangat identik dengan pameran, bazar, exhibiton, ataupun expo. Fair selalu dilaksanakan pada momen-momen tertentu seperti menjelang hari ulang tahun perusahaan, dalam rangka merayakan hari jadi suatu kota, agenda berkala yang dirancang oleh pemerintah dan lain-lain. Di Sumatera Utara misalnya, kita mengenal Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) dan di Jakarta ada Pekan Raya Jakarta.
- Parade : kegiatan ini biasanya dilakukan dengan arak-arakan, berjalan keliling kota dengan menampilkan ciri khas tertentu atau suatu hal yang khusus, misalnya dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI diadakan parade atau pawai mobil hias, kemudian ada Parade Senja, yakni upacara penurunan bendera setiap sore pada tanggal 17 Agustus di halaman Istana Negara, Jakarta, dan lain-lain.
- Seminar : merupakan kegiatan diskusi membahas suatu topik tertentu dengan menghadirkan beberapa pakar sebagai pembicara. Seminar ini dalam banyak hal sangat membantu perusahaan dalam mensosialisasikan eksistensinya bahkan mungkin memperbaiki citra yang negatif. Melalui sebuah seminar dengan menghadirkan pakar sebuah perusahaan bisa menjelaskan bahwa perusahaan tersebut benar-benar ramah lingkungan, tidak melakukan pencemaran dan memberikan banyak manfaat ganda bagi masyarakat sekitarnya.
- Open house : merupakan suatu acara khusus dimana, ditetapkan suatu waktu di mana siapa saja bisa mengunjungi perusahaan atau suatu institusi. Presiden RI misalnya, selalu melakukan open house pada saat Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat berkunjung langsung ke Istana Negara dan bersalaman dengan presiden. Perusahaan-perusahaan yang memiliki public relations yang baik juga biasanya melakukan kegiaatan ini, terutama pada institusi-institusi pendidikan.
- Lauching product : kegiatan ini dilakukan bila suatu perusahaan ingin meluncurkan atau memperkenalkan produk terbarunya. Launching ini biasanya diselenggarakan dalam suatu jamuan makan malam di suatu hotel dengan mengundang unsur-unsur organisasi, pemerintah, mitra bisnis, pelanggan, wartawan dan masyarakat umum. Kegiatan juga dapat dimeriahkan oleh artis- artis ibu kota yang mengisi acara di sela-sela pidato-pidato para pejabat perusahaan dan pemerintah yang memberikan kata sambutan.
- Bhakti sosial: kegiatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan- perusahaan yang memiliki kepekaan dan solidaritas yang tinggi terhadap lingkungan. Kegiatan ini akan cukup menarik perhatian publik karena langsung bersentuhan dengan human interest dan emosional masyarakat. Membantu orang yang kesusahan tentu sangat meninggalkan kesan yang mendalam di hati orang-orang yang dibantu dan orang-orang yang menyaksikannya dan mengetahui kegiatan tersebut.
- Dan lain-lain seperti sunatan masal, menggelar konser amal, menggelar consumer gathering, malam penghargaan para konsumen, malam pelantikan direksi baru, perayaan hari ulang tahun perusahaan, kunjungan ke daerah yang dilanda bencana alam sekaligus memberikan bantuan secara simbolis, peresmian kantor cabang baru, atau kantor baru dan sebagainya. 8.3. Yang Perlu Dipertimbangkan
Agar sebuah special event dapat berjalan sesuai dengan harapan, maka untuk mengorganiasikannya seorang PRO disarankan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Membuat perencanaan: menentukan tema, tanggal pelaksanaan, tempat pelaksanaan, panitia, daftar acara, daftar menu makanan, daftar undangan, daftar biaya (budget), pertimbangan- pertimbangan yang mendukung dan yang mungkin menghambat acara tersebut;
- Mematangkan hasil perencanaan, membentuk panitia, melakukan rapat-rapat panitia dan membuat kesepakatan dengan mempertimbangkan feed back dari peserta rapat tentang mekanisme dan proses acara tersebut, selanjutnya membuat jadwal kerja bersama dan penetapan deadline;
- Melaksanakan perencanaan, menghubungi pengisi acara, MC, memastikan tempat dan waktu, menyampaikan undangan dan kegiatan pengorganisasian kegiatan lainnya;
- Pelaksanaan pada hari “H”, dalam hal ini PRO selaku penanggung jawab harus melakukan analisis dari perkembangan kegiatan dan mencoba untuk mengawal kegiatan sesuai dengan perencanaan. Bila ditemukan masalah PRO harus siap sedia mengatisipasinya dalam jangka pendek kemudian mencari solusi permanen;
- Evaluasi kegiatan; yang merupakakan pengecekan terakhir apakah kegiatan tersebut persis sesuai dengan rencana yang telah dibuat atau telah menyimpang. Kemudian hasil evaluasi ini disimpulkan dan menjadi rekomendasi atau catatan bagi pelaksanaan even sejenis di kemudian hari.
Pertanyaan Diskusi : (Pilih satu pertanyaan dan jawablah di bagian Komentar lengkapi dengan identitasnya…!!!)
- Apa tujuan utama dari penyelenggaraan special event dalam strategi public relations, dan bagaimana event tersebut dapat membangun citra organisasi?
- Bagaimana cara mengukur keberhasilan sebuah special event dalam konteks public relations?
- Apa tantangan yang paling sering dihadapi dalam perencanaan dan pelaksanaan special event PR, serta bagaimana mengatasinya?
- Bagaimana peran media dalam menyukseskan special event PR, dan strategi apa yang dapat digunakan untuk menarik perhatian media?











1. Cara Mengukur Keberhasilan Special EventKeberhasilan acara PR dapat diukur melalui beberapa indikator utama:Metrik Kehadiran & Partisipasi: Mengukur jumlah total pengunjung (turnout), tingkat retensi (berapa lama audiens bertahan di acara), serta keaktifan partisipasi dalam kegiatan.Analisis Liputan Media (Media Monitoring): Mengukur Return on Investment (ROI) publisitas dengan melihat jumlah artikel, nada pemberitaan (sentiment analysis), dan nilai iklan setara (Advertising Value Equivalency – AVE).Survei & Kuesioner: Membagikan survei kepuasan dan perubahan persepsi sebelum dan sesudah acara guna melihat apakah tujuan edukasi atau pembentukan citra tercapai.Keterlibatan Digital (Social Media Analytics): Mengukur engagement rate, jangkauan (reach), dan impresi dari tagar resmi (hashtag) acara di berbagai platform media sosial.2. Tantangan dan Solusi dalam PelaksanaanTantangan: Anggaran Terbatas (Budget Overrun)Solusi: Buat estimasi biaya dengan margin cadangan 10-15%, lakukan perencanaan rinci, dan cari kerja sama strategis (sponsorship / barter) untuk menekan biaya pengeluaran.Tantangan: Partisipasi atau Kehadiran Audiens RendahSolusi: Rancang strategi promosi sejak jauh hari, manfaatkan influencer atau tokoh masyarakat, dan tawarkan insentif khusus (seperti promo early bird atau doorprize).Tantangan: Masalah Teknis dan LogistikSolusi: Siapkan rundown yang ketat, lakukan gladi bersih, dan selalu miliki rencana mitigasi (Rencana B) untuk skenario terburuk, seperti kendala cuaca atau gangguan teknis.3. Peran Media dan Strategi PenarikannyaMedia berperan sebagai katalisator untuk memperbesar jangkauan pesan (amplification) dan memberikan legitimasi independen terhadap kredibilitas organisasi.Strategi untuk Menarik Perhatian Media:Siaran Pers Bernilai Berita (Press Release): Buat undangan dan siaran pers dengan sudut pandang yang unik, relevan dengan isu terkini, dan mengandung unsur human interest atau inovasi.Fasilitas Media Eksklusif: Sediakan area khusus (Media Lounge/Room), perlengkapan pers (press kit), dan sesi wawancara khusus dengan narasumber utama (CEO/Eksekutif).Undangan Dipersonalisasi: Jalin hubungan personal dengan jurnalis atau editor yang meliput sektor industri terkait. Kirimkan undangan secara personal melalui Public Relations Tools yang relevan.Aktivitas Fotogenik (Photocall): Rancang visual yang menarik atau momen ikonik di dalam acara yang sangat layak untuk diliput (media worthy).Jika Anda sedang merencanakan special event, beri tahu saya:Skala acara dan target audiens yang ingin disasar.Industri tempat organisasi Anda bergerak.
Salah satu tantangan yang paling sering dihadapi dalam perencanaan dan pelaksanaan special event dalam Public Relations (PR) adalah kurangnya perencanaan yang matang, keterbatasan anggaran, koordinasi antartim yang kurang efektif, serta munculnya kendala yang tidak terduga, seperti cuaca buruk, gangguan teknis, atau rendahnya partisipasi peserta. Selain itu, menjaga citra organisasi selama acara juga menjadi tantangan karena kesalahan kecil dapat memengaruhi persepsi publik.
Untuk mengatasinya, tim PR perlu menyusun perencanaan yang rinci, mulai dari menetapkan tujuan, target audiens, anggaran, hingga pembagian tugas yang jelas. Koordinasi dan komunikasi antarpanitia harus dilakukan secara rutin agar setiap anggota memahami tanggung jawabnya. Tim juga perlu menyiapkan contingency plan (rencana cadangan) untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi. Setelah acara selesai, penting dilakukan evaluasi guna mengetahui kelebihan dan kekurangan pelaksanaan acara sehingga dapat menjadi bahan perbaikan untuk special event berikutnya. Dengan persiapan yang baik, komunikasi yang efektif, dan evaluasi yang berkelanjutan, tantangan dalam pelaksanaan special event PR dapat diminimalkan sehingga tujuan komunikasi dan pembentukan citra positif organisasi dapat tercapai.
Nama : Nasa Zahara Hasugian
NIM : 3323116
PRODI : PS-6D
Jawab nomor 2
Baik Bu, menurut saya keberhasilan sebuah acara dalam konteks humas tidak hanya dilihat dari banyaknya peserta yang hadir, tetapi juga dari apakah tujuan acara tersebut berhasil tercapai atau tidak. Misalnya, jika tujuan acaranya untuk meningkatkan citra organisasi atau memberikan informasi kepada masyarakat, maka kita perlu melihat apakah peserta memahami pesan yang disampaikan dan memberikan respons yang positif. Selain itu, keberhasilan juga dapat diukur dari tingkat kepuasan peserta, jumlah publikasi atau pemberitaan yang diperoleh, antusiasme peserta selama acara, serta evaluasi setelah acara berlangsung. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan acara dalam humas diukur dari tercapainya tujuan komunikasi, respons positif dari publik, dan dampak yang dihasilkan setelah acara tersebut.
Misalnya, Bu, setelah acara kita bisa menyebarkan kuesioner evaluasi kepada peserta, melihat jumlah pemberitaan di media atau media sosial, serta mengevaluasi apakah pesan yang ingin disampaikan benar-benar diterima oleh sasaran. Dari hasil evaluasi tersebut, humas dapat mengetahui apakah acara sudah berhasil atau masih perlu diperbaiki.
Tujuan utama penyelenggaraan special event dalam strategi Public Relations (PR) adalah menciptakan komunikasi yang efektif antara organisasi dengan publiknya, sehingga dapat membangun hubungan yang baik, meningkatkan kepercayaan, serta memperkuat citra dan reputasi organisasi.
Special event dapat membangun citra organisasi melalui beberapa cara:
1. Meningkatkan awareness (kesadaran publik) terhadap organisasi, produk, atau layanan yang ditawarkan.
2. Membangun hubungan yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pelanggan, mitra, media, pemerintah, dan masyarakat.
3. Menciptakan pengalaman positif bagi peserta, sehingga mereka memiliki kesan yang baik terhadap organisasi.
4. Menunjukkan nilai, visi, dan kepedulian organisasi, misalnya melalui kegiatan sosial, seminar, pameran, atau peluncuran produk.
5. Mendapatkan publisitas positif melalui pemberitaan media dan penyebaran informasi di media sosial, sehingga citra organisasi semakin dikenal luas.
6. Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas publik, karena organisasi dianggap aktif, profesional, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Kesimpulan:
Special event merupakan salah satu strategi penting dalam Public Relations yang bertujuan membangun hubungan yang harmonis dengan publik sekaligus membentuk citra organisasi yang positif. Jika direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, sebuah event dapat meningkatkan reputasi organisasi, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mendukung tercapainya tujuan organisasi dalam jangka panjang.
Apa tujuan utama dari penyelenggaraan special event dalam strategi public relations, dan bagaimana event tersebut dapat membangun citra organisasi?
Tujuan utama penyelenggaraan special event dalam strategi Public Relations (PR) adalah untuk menciptakan hubungan yang baik antara organisasi dengan publiknya, meningkatkan perhatian masyarakat, serta membangun dan mempertahankan citra positif organisasi.
Special event dapat membangun citra organisasi dengan cara memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengenal nilai, visi, dan kegiatan organisasi secara lebih dekat. Melalui acara yang dirancang dengan baik, organisasi dapat menunjukkan kepedulian sosial, profesionalisme, prestasi, atau komitmennya terhadap masyarakat. Selain itu, special event juga dapat menarik perhatian media sehingga informasi positif tentang organisasi dapat tersebar lebih luas. Dengan demikian, kepercayaan, reputasi, dan citra positif organisasi di mata publik akan semakin meningkat.
Pertanyaan nomor 1 :
Tujuan utama penyelenggaraan special event dalam strategi Public Relations (PR) adalah untuk membangun dan memperkuat hubungan yang baik antara organisasi dengan publiknya melalui komunikasi dua arah. Special event menjadi sarana bagi organisasi untuk menyampaikan informasi, memperkenalkan program atau produk, meningkatkan kepercayaan publik, serta menciptakan kesan positif terhadap organisasi.
Special event dapat membangun citra organisasi karena melalui kegiatan seperti seminar, festival, pameran, launching produk, open house, maupun bakti sosial, masyarakat dapat melihat secara langsung nilai, kepedulian, dan profesionalisme organisasi. Jika kegiatan tersebut direncanakan dan dilaksanakan dengan baik, publik akan memperoleh pengalaman positif yang dapat meningkatkan reputasi organisasi. Selain itu, special event juga mampu menarik perhatian media sehingga pesan dan citra positif organisasi dapat tersebar lebih luas kepada masyarakat. Dengan demikian, special event menjadi salah satu alat penting dalam membentuk, mempertahankan, dan meningkatkan citra organisasi di mata publik.
Cara Special Event Membangun Citra Organisasi
– Interaksi langsung & emosional: Kegiatan seperti bhakti sosial atau open house menyentuh sisi kemanusiaan, sehingga menimbulkan kesan mendalam dan kepercayaan publik.
– Transparansi & kepercayaan: Acara seperti seminar atau open house membuka akses informasi, membuktikan bahwa organisasi terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
– Menunjukkan nilai & kepedulian: Melalui kegiatan sosial atau kepedulian lingkungan, organisasi terlihat tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat.
– Memperluas jangkauan informasi: Melalui liputan media, pesan positif dari event tersebar luas dan membentuk pandangan publik yang konsisten dan baik terhadap organisasi.
Nama:Fikri Fajri
Nim:3323059
Kelas:PS 6b
3. Apa tantangan yang paling sering dihadapi dalam perencanaan dan pelaksanaan special event PR, serta bagaimana cara mengatasinya?
Tantangan utama dalam special event PR biasanya terkait perencanaan, koordinasi, sumber daya, audiens, dan publikasi; semuanya bisa diatasi dengan manajemen yang sistematis dan komunikasi yang kuat.
1. Perencanaan kurang matang
Tantangan: konsep tidak jelas, tujuan kabur, banyak keputusan mendadak sehingga detail acara berantakan.
Cara mengatasi: tetapkan tujuan dan konsep sejak awal, buat timeline kerja, checklist aktivitas (pra–event, saat event, pasca event), serta rencana cadangan (plan B).
2. Koordinasi tim yang lemah
Tantangan: tidak ada pembagian tugas yang tegas, setiap bagian bekerja sendiri-sendiri, miskomunikasi saat pelaksanaan.
Cara mengatasi: susun struktur panitia yang jelas, definisikan tugas dan wewenang tiap orang, lakukan rapat koordinasi berkala, gunakan grup komunikasi dan rundown detail untuk hari-H.
3. Keterbatasan sumber daya
Tantangan: anggaran, waktu, dan SDM tidak sebanding dengan skala acara yang diinginkan.
Cara mengatasi: sesuaikan konsep dengan budget, prioritaskan aktivitas yang langsung mendukung tujuan PR, cari sponsor/partner, dan optimalkan relawan atau internal staff yang ada.
4. Target audiens dan pesan tidak tepat
Tantangan: audiens tidak terdata dengan baik, pesan PR tidak tersampaikan atau acara terasa “tidak relevan”.
Cara mengatasi: lakukan riset singkat audiens (profil, kebutuhan, kebiasaan), tentukan target utama dan pesan kunci, lalu sesuaikan format acara, tema, dan kanal komunikasi dengan karakter publik tersebut.
5. Publikasi dan hubungan dengan pihak luar
Tantangan: minim peserta karena promosi lemah, kurang media partner, hubungan dengan sponsor dan stakeholder tidak terkelola.
Cara mengatasi: susun strategi publikasi sejak awal (media massa, media sosial, komunitas), bangun dan rawat hubungan dengan media dan sponsor, serta lakukan follow up pasca event untuk menjaga engagement jangka panjang.