TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Teori permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi, adalah penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi imereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagabi model dan teori ekonomi lainnya.

Model Teori permintaan dan penawaran ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomiantara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

Pengertian Permintaan

Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.

Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:

  • Permintaan absolut (absolut demand).

Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.

  • Permintaan efektif (effective demand)

Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.

Hukum Permintaan

Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap).

Hukum permintaan menyatakan :

apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang.”

Dalam hukum permintaan, jumlah suatu barang akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang tersebut. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang di minta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli semakin menurun yang disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut.

Faktor-faktor lain yang tidak berubah antara lain pendapatan, selera, harga barang substitusi atau komplementer, jumlah penduduk. Hukum permintaan tidak berlaku pada barang-barang tertentu yaitu barang inferior, barang prestise, barang spekulasi

Contoh hukum permintaan pada saat ini :

  • Ketika harga kedelai semakin tinggi, pengusaha tempe tahu cenderung beralih menggunakan kedelai yang lebih rendah jenisnya, bahkan ada pengusaha yang sampai gulung tikar karena tidak sanggup membeli bahan baku pembuatan tempe dan tahu tersebut.
    • Begitu pula dengan naiknya harga bawang, mahalnya harga bawang berdampak pada kurangnya minat ibu rumah tangga untuk membeli banyak bumbu dapur yang satu ini.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

  1. Selera

Apabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi, maka akan diikuti dengan permintaan jumlah barang dan jasa yang meningkat, demikian sebaliknya.

2.    Misalkan, permintaan konsumen terhadap smartphone sedang meningkat, seperti Blackberry, iphone, Android, tablet. Bahkan kita bisa menjumpai konsumen yang mempunyai lebih dari-1 barang berteknologi tinggi di jaman sekarang ini

3.    Pendapatan konsumen

Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi juga daya beli nya, begitu pula sebaliknya.

Contoh : Orang yang pendapatannya tinggi, kebutuhannya akan semakin banyak pula. Seperti penyanyi Syahrini, kebutuhannya sangatlah banyak, mulai dari kebutuhan kostum panggung, kebutuhan perawatan diri, serta kebutuhan lain yang menunjang penampilannya.

  • Harga Barang Jasa Pengganti / Pelengkap

Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya.

Contoh : Kompor dan minyak tanah adalah salah satu yang saling melengkapi. Jika harga minyak tanah terus menerus naik, maka konsumen akan beralih menggunakan kompor dan gas yang harganya relatif stabil.

  • Intensitas Kebutuhan Konsumen

Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.

Contoh : Menjelang lebaran kebutuhan seperti daging, ketupat dan pakaian jumlah permintaannya akan meningkat di banding dengan hari-hari biasa.

  • Pendapatan masyarakat

Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan

  • Distribusi Pendapatan

Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.

  • Pertambahan penduduk

Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.

Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan dalam ilmu ekonomi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta oleh masyarakat. “Fungsi Permintaan” berasal dari dua kata, yaitu fungsi dan permintaan.

 Fungsi adalah ketergantungan suatu variabel dengan variabel lainnya. Fungsi secara umum ditulis y = F(x). Secara grafik, digambarkan dengan y = sumbu vertikal, x = sumbu horizontal dan F menyatakan ketergantungan y terhadap x. Sedangkan permintaan adalah banyaknya barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam ilmu ekonomi, fungsi permintaan ditulis sebagai p = F(q). Dimana p, garis vertikal, adalah Price (harga barang), dan q, garis horizontal, adalah Quantity of Goods (Banyaknya barang), dan F menyatakan ketergantungan antara harga dengan jumlah barang.

Fungsi permintaan memiliki beberapa sifat khusus, di antaranya:

  • Fungsi permintaan bersifat negatif. Artinya, jika nilai p bertambah, maka nilai q akan berkurang, begitu juga sebaliknya. Hingga suatu saat nilai p akan menyentuh titik tertinggi (harga maksimal), titik q akan menyentuh titik terendah (barang tidak ada), sebaliknya, q akan menjadi barang bebas jika titik p mencapai titik terendahnya (harga 0 atau gratis). kuadran I.

Grafik fungsi linear dan kurva

Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena:

  • Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi mampu membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil.
    • Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang menjadi membeli karena mampu.

Titik titik pada fungsi permintaan tidak dapat memiliki nilai negatif dan tidak mungkin bernilai tak terhingga (~), ini berarti fungsi permintaan selalu terletak di

  • Fungsi permintaan memiliki fungsi satu-satu, artinya, satu titik p hanya untuk satu titik q, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pada tingkat harga (p) Rp. 800,00, jumlah barang (q) yang diminta adalah 40 unit; pada tingkat harga Rp. 200,00 jumlah barang yang diminta naik menjadi 100 unit.

Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat dibuat kurva yang menunjukkan jumlah barang yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga sebagai berikut:

HargaJumlah yang dibeli
Rp. 200,00100 unit
Rp. 300,0090 unit
Rp. 400,0080 unit
Rp. 500,0070 unit
Rp. 600,0060 unit
Rp. 700,0050 unit
Rp. 800,0040 unit

Pergeseran Kurva Permintaan

Kurva permintaan digambarkan dengan anggapan cateris paribus, masih ingatkan, apa artinya? Jika faktor-faktor lain berubah, maka kurva permintaan juga akan mengalami perubahan/pergeseran.

Kurva permintaan dapat berubah karena:

  1. Perubahan Harga

Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:

  1. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri.
    1. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan.

Contoh 1: Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.

 Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00, maka permintaan meningkat menjadi 70 unit.

  • Perubahan Pendapatan Masyarakat

Pendapatan masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.

  1. Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah permintaan akan bertambah dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
    1. Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah permintaan akan berkurang, dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri.

Contoh 2:

Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan pendapatan masyarakat.

Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah yang diminta 40 unit. Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah permintaan naik menjadi 50 unit. Pendapatan turun menjadi Rp.20,00 jumlah permintaan menjadi 30 unit.

Dari data-data yang menunjukkan perubahan berikut, cobalah buatkan kurvanya. Pada saat harga Rp.550,00 jumlah unit yang diminta sebesar 950 unit. Harga naik menjadi Rp.700,00 jumlah unit yang diminta turun menjadi 750 unit. Pada saat harga turun dari Rp.550,00 menjadi Rp.350,00 jumlah yang diminta naik menjadi 1.300 unit.

Materi Teori Permintaan dan Penawaran selengkapnya silahkan di download pada link berikut ini :

PERTANYAAN DISKUSI : (Silahkan pilih 2 pertanyaan untuk dijawab di kolom komentar) !!

  1. Mengapa hukum permintaan menyatakan bahwa jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan harga? Jelaskan dua alasan ekonomi yang mendasari hubungan tersebut.
  2. Sebutkan dan jelaskan tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan, serta berikan situasi nyata untuk masing-masing faktor.
  3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan permintaan absolut dan permintaan efektif, serta berikan masing-masing satu contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Please follow and like us:

Reniazhabi

website azhabibisnis.com adalah website yang memberikan informasi dalam beberapa bidang diantaranya bisnis, ekonomi, manajemen, travelling, motivasi, tekhnologi, Islamic, dll yang selalu mengedepankan informasi terbaru dan terdepan.

Related Posts

Konsep Dasar Ekonomi Moneter Syariah

Ekonomi moneter syariah merupakan salah satu cabang penting dalam ilmu ekonomi Islam yang membahas tentang uang, sistem keuangan, dan kebijakan moneter berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dalam konteks modern, kajian ini menjadi semakin relevan karena banyaknya krisis ekonomi global yang dipicu oleh sistem keuangan berbasis bunga dan spekulasi. Tokoh seperti Adiwarman Karim menjelaskan bahwa sistem ekonomi Islam, termasuk sektor moneter, bertujuan menciptakan…

Read more

Continue reading
Perilaku Produsen: Konsep, Tujuan, dan Prinsip Produksi dalam Perspektif Ekonomi

Pengertian ProduksiProduksi merupakan kegiatan manusia untuk menghasilkan barang dan jasa yang bertujuan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Secara ekonomi, produksi dipahami sebagai proses transformasi input menjadi output, di mana berbagai faktor produksi dikombinasikan untuk menghasilkan nilai guna yang lebih tinggi. Dari sudut pandang konvensional, produksi selalu berkaitan dengan tiga pertanyaan mendasar, yaitu apa yang diproduksi, bagaimana cara memproduksinya, dan untuk apa…

Read more

Continue reading

One thought on “TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

  1. A.Hukum permintaan menyatakan bahwa,dengan asumsi faktor lain konstan (ceteris paribus),dua alasan ekonomi utama yang mendasari hubungan terbalik ini:
    1. Efek substitusi (subtitution effect):ketika harga suatu barang naik, konsumen cenderung beralih ke barang lain yang harganya lebih murah namun fungsinya serupa.sebaliknya jika harga turun, barang tersebut menjadi lebih menarik dibandingkan barang substitusi, sehingga permintaan meningkat.
    Contoh:
    Saat harga daging sapi naik, konsumen mungkin mengganti nya dengan daging ayam.
    2. Efek pendapatan (income effect):kenaikan harga suatu barang mengurangi daya beli riil konsumen.dengan pendapatan yang tetap, konsumen merasa lebih “miskin”secara riil sehingga mengurangi pembelian barang tersebut.sebaliknya, penurunan harga meningkatkan daya beli riil, sehingga konsumen dapat membeli lebih banyak.
    B.Pergeseran kurva permintaan ke ke kanan menunjukkan peningkatan permintaan pada setiap tingkat harga.3 faktor non-harga penyebabnya adalah:
    1.jika pendapatan naik, kemampuan konsumen membeli barang meningkat.
    Contoh:
    Gaji pegawai naik, permintaan terhadap kendaraan bermotor meningkat meskipun harganya tetap.
    2. Perubahan selera atau preferensi konsumen:
    Ketika suatu barang menjadi lebih populer, permintaan akan naik.
    Contoh:
    Trend minum kopi spesialty yang meluas meningkatkan permintaan biji kopi Arabika meskipun harganya stabil.
    3. Kenaikan jumlah populasi atau konsumen potensial.
    Semakin banyak konsumen di pasar, permintaan agregat akan meningkat.
    Contoh:
    Migrasi pekerja ke suatu kota meningkatkan permintaan rumah kontrakan di daerah tersebut.
    Faktor lain juga yang dapat mempengaruhi pergeseran kurva ke kanan meliputi:
    a.Ekspektasi harga naik di masa depan
    b.Peningkatan harga barang komplementer (jika penurunan harga barang komplementer)
    c.Kebijakan Pemerintah yang mendukung(subsidi).

  2. Mia Ariestya
    .
    .
    1). Sebutkan dan jelaskan tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan, serta berikan situasi nyata untuk masing-masing faktor.

    1. Perubahan Selera : Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat, maka kurva permintaan akan bergeser ke kanan. Situasi nyata: Penjualan es krim meningkat saat musim panas karena masyarakat lebih suka mengkonsumsi es krim sebagai pendingin.

    2. Perubahan Pendapatan : Jika pendapatan masyarakat meningkat, maka kurva permintaan akan bergeser ke kanan. Situasi nyata: Penjualan mobil mewah meningkat saat ekonomi negara sedang berkembang dan pendapatan masyarakat meningkat.

    3. Perubahan Harga Barang Lain : Jika harga barang substitusi meningkat, maka kurva permintaan akan bergeser ke kanan. Situasi nyata: Penjualan kopi meningkat saat harga teh meningkat, karena masyarakat beralih ke kopi sebagai alternatif.

    Namun perlu diingat bahwa pergeseran kurva permintaan juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti perubahan populasi, perubahan ekspektasi, dan lain-lain.

    2). Jelaskan apa yang dimaksud dengan permintaan absolut dan permintaan efektif, serta berikan masing-masing satu contoh dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Permintaan Absolut : Permintaan absolut adalah keinginan seseorang untuk memiliki suatu barang tanpa mempertimbangkan kemampuan untuk membelinya. Permintaan absolut hanya berdasarkan pada keinginan atau kebutuhan, tanpa mempertimbangkan faktor harga atau kemampuan finansial.

    Contoh: Seorang anak kecil yang ingin memiliki mainan baru, tetapi tidak memiliki uang untuk membelinya. Permintaan anak kecil tersebut adalah permintaan absolut karena hanya berdasarkan pada keinginannya, bukan kemampuan finansialnya.

    2. Permintaan Efektif : Permintaan efektif adalah keinginan seseorang untuk memiliki suatu barang yang didukung oleh kemampuan untuk membelinya. Permintaan efektif terjadi ketika seseorang memiliki keinginan untuk membeli suatu barang dan juga memiliki kemampuan finansial untuk membelinya.

    Contoh: Seorang mahasiswa yang ingin membeli laptop baru dan memiliki uang yang cukup untuk membelinya. Permintaan mahasiswa tersebut adalah permintaan efektif karena didukung oleh kemampuan finansialnya untuk membeli laptop tersebut.

  3. 1. Tiga Faktor Non-Harga yang Menggeser Kurva Permintaan ke Kanan

    Pergeseran kurva permintaan ke kanan berarti permintaan meningkat pada setiap tingkat harga. Berikut tiga faktor non-harga yang umum:

    A. Kenaikan Pendapatan Konsumen
    Jika pendapatan naik, daya beli meningkat sehingga permintaan terhadap barang normal ikut naik.

    Contoh:
    Seorang karyawan mendapat kenaikan gaji. Dengan pendapatan lebih besar, ia lebih sering membeli kopi premium di kafe. Permintaan terhadap kopi premium meningkat, sehingga kurva permintaan bergeser ke kanan.

    B. Perubahan Selera atau Preferensi Konsumen
    Ketika masyarakat mulai lebih menyukai suatu produk, permintaan akan produk itu meningkat meski harganya tetap.

    Contoh :
    Tren hidup sehat membuat banyak orang memilih minuman herbal atau cold-pressed juice. Walaupun harganya relatif mahal, preferensi yang meningkat membuat permintaan naik dan kurvanya bergeser ke kanan.

    C. Kenaikan Jumlah Penduduk atau Konsumen
    Jika jumlah pembeli potensial bertambah, total permintaan pasar meningkat.

    Contoh :
    Di sebuah kota baru yang berkembang pesat, jumlah penduduk meningkat signifikan. Toko roti lokal melihat penjualan roti harian meningkat karena lebih banyak orang tinggal di area tersebut. Permintaan pasar pun naik dan kurva permintaan bergeser ke kanan.

    2. Permintaan Absolut dan Permintaan Efektif

    A. Permintaan Absolut (Absolute Demand)
    Permintaan absolut adalah keinginan atau kebutuhan terhadap suatu barang, tetapi tidak disertai kemampuan untuk membeli.

    Contoh :
    Seseorang ingin memiliki smartphone terbaru seharga 20 juta rupiah, tetapi pendapatannya belum mencukupi untuk membelinya. Ia hanya “menghendaki”, bukan mampu membeli.

    B.Permintaan Efektif (Effective Demand)
    Permintaan efektif adalah keinginan membeli yang disertai kemampuan finansial untuk membayar barang tersebut.

    Contoh :
    Seorang mahasiswa membutuhkan laptop baru dan memiliki uang yang cukup dari tabungan. Ia pergi ke toko dan membeli laptop tersebut. Inilah permintaan yang efektif keinginan + kemampuan membeli.

  4. 1. Tiga Faktor Non-Harga yang Menyebabkan Pergeseran Kurva Permintaan ke Kanan
    Pergeseran kurva permintaan ke kanan berarti jumlah barang yang diminta meningkat, meskipun harga barang itu sendiri tetap. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor selain harga, antara lain:
    a. Pendapatan Konsumen Meningkat
    Jika pendapatan masyarakat naik, maka daya beli meningkat sehingga permintaan terhadap barang (terutama barang normal) juga meningkat.
    Contoh nyata:
    Karyawan menerima kenaikan gaji. Akibatnya, lebih banyak orang membeli motor atau smartphone baru dibanding sebelumnya.
    b. Pertambahan Jumlah Penduduk
    Semakin banyak jumlah penduduk atau konsumen, jumlah kebutuhan terhadap suatu barang otomatis meningkat.
    Contoh nyata:
    Penduduk di suatu kota bertambah karena urbanisasi. Permintaan terhadap rumah, makanan, dan transportasi umum menjadi lebih tinggi.
    c. Perubahan Selera atau Tren
    Jika selera masyarakat berubah dan suatu barang menjadi populer, permintaan akan barang tersebut meningkat.
    Contoh nyata:
    Minuman boba menjadi tren di kalangan remaja, sehingga permintaan minuman tersebut meningkat meskipun harganya tidak berubah.
    2. Pengertian Permintaan Absolut dan Permintaan Efektif
    a. Permintaan Absolut
    Permintaan absolut adalah keinginan untuk membeli barang atau jasa, tetapi tidak disertai kemampuan membeli (tidak memiliki daya beli).
    Contoh:
    Seorang pelajar ingin membeli laptop seharga Rp10 juta, namun tidak memiliki uang sama sekali. Keinginannya ada, tetapi tidak mampu membeli.
    b. Permintaan Efektif
    Permintaan efektif adalah keinginan untuk membeli barang yang disertai kemampuan membayar, dan benar-benar direalisasikan dalam pembelian.
    Contoh:
    Seorang pegawai membutuhkan sepatu kerja, memiliki uang, lalu membeli sepatu tersebut di toko. Ini merupakan permintaan efektif.

  5. Nama : Rosy monica thalta
    NIM :1125006
    UTS

    1. Hukum permintaan menyatakan bahwa jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan harga karena 2 alasan utama yaitu :
    1.efek subtitusi -> Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang di minta, hal ini dikarenakan daya tarik untuk membeli semakin menurun yang disebabkan oleh mahalnya harga jual barang tersebut.
    2.efek pendapatan ->
    Jika harga barang naik, dengan pendapatan yang sama konsumen tidak mampu membeli barang sebanyak sebelumnya dengan pendapatan yang sama.

    2.Tiga faktor non-harga yang dapat menggeser kurva permintaan ke kanan (meningkatkan permintaan) adalah:

    – Pendapatan Konsumen: Jika pendapatan konsumen meningkat, mereka cenderung membeli lebih banyak barang dan jasa, bahkan pada harga yang sama. Contoh: Kenaikan gaji tahunan memungkinkan keluarga untuk membeli mobil baru.

    – Selera atau Preferensi: Perubahan selera atau preferensi konsumen terhadap suatu produk dapat meningkatkan permintaan. Contoh: Kampanye iklan yang sukses membuat produk lebih menarik bagi konsumen.

    – Ekspektasi Masa Depan: Jika konsumen memperkirakan harga suatu barang akan naik di masa depan, mereka mungkin membeli lebih banyak barang tersebut sekarang. Contoh: Kekhawatiran tentang kenaikan harga BBM menyebabkan antrean panjang di SPBU.

  6. Berikut berdasarkan 3 pertanyaan di atas, Saya memilih 2 pertanyaan diantaranya nomor 1 dan 2.
    1. Hukum permintaan menjelaskan bahwa ketika harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun, begitu pula sebaliknya. Hubungan terbalik ini didasarkan pada perilaku konsumen dalam memaksimalkan kepuasan dan membatasi pengeluaran ekonomi mereka. Dua alasan ekonomi yang mendasari hubungan tersebut:
    Efek Substitusi
    Ketika harga sebuah barang naik, konsumen akan mencari barang pengganti (substitusi) yang harganya lebih murah namun memberikan manfaat serupa. Akibatnya, permintaan terhadap barang yang harganya naik akan berkurang. Sebaliknya, jika harga turun, barang tersebut menjadi lebih menarik dibanding alternatifnya, sehingga permintaan meningkat.

    Efek Pendapatan (Income Effect)
    Kenaikan harga barang menyebabkan daya beli konsumen menurun. Dengan pendapatan yang sama, konsumen hanya mampu membeli lebih sedikit barang. Hal ini menurunkan jumlah barang yang diminta. Sebaliknya, jika harga turun, daya beli meningkat sehingga konsumen dapat membeli lebih banyak barang.

    2. Permintaan Absolut dan Permintaan Efektif

    Permintaan Absolut
    Permintaan absolut adalah keinginan konsumen untuk memiliki suatu barang tanpa mempertimbangkan kemampuan membeli. Dengan kata lain, konsumen ingin barang tersebut, tetapi belum tentu memiliki uang atau daya beli untuk mendapatkannya.

    Contoh:
    Seseorang ingin membeli mobil mewah seperti Mercedes-Benz, tetapi ia belum memiliki cukup dana. Keinginan tersebut hanya berupa permintaan, namun tidak disertai kemampuan membeli.

    Permintaan Efektif
    Permintaan efektif adalah keinginan terhadap barang yang disertai kemampuan serta kesediaan membayar. Artinya, konsumen tidak hanya ingin barang tersebut tetapi juga mampu dan siap melakukan pembelian.

    Contoh:
    Seseorang ingin membeli dan mampu membayar sepeda motor untuk kebutuhan transportasinya, sehingga terjadilah pembelian. Keinginan tersebut menjadi permintaan efektif di pasar.

  7. JAWABAN
    1. Ada dua alasan ekonomi utama: a. Efek Substitusi
    Ketika harga suatu barang naik, konsumen akan mencari barang pengganti yang lebih murah. Contoh: Harga ayam naik → orang beralih ke telur atau ikan → permintaan ayam turun.

    b. Efek Pendapatan
    Saat harga naik, secara tidak langsung daya beli konsumen menurun, sehingga jumlah barang yang bisa dibeli berkurang. Contoh: Harga bensin naik → uang konsumen “terasa” lebih sedikit → mereka mengurangi konsumsi.

    2. a. Pendapatan Konsumen Meningkat
    Jika pendapatan naik, konsumen mampu membeli lebih banyak barang.
    Situasi nyata: Gaji karyawan dinaikkan, hasrat konsumsi meningkat, beli kendaraan modelan terbaru

    b. Perubahan Selera / Tren
    Jika suatu barang menjadi lebih populer, orang lebih banyak membelinya.
    Situasi nyata: Tren memakai jaket tebal baru bisa menaikkan penjualan penjual jaket meskipun jaket sudah diproduksi bertahun” sebelumnya

    c. Jumlah Penduduk Bertambah
    Semakin banyak penduduk, semakin besar jumlah pembeli potensial.
    Situasi nyata: bonus demografi yang ngebuat pembelian hp per keluarga meningkat karena menjadi kebutuhan primer

  8. Nama : MULYANI
    UTS. : semester ganjil 2025

    1. Mengapa hukum permintaan menyatakan bahwa jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan harga? Jelaskan dua alasan ekonomi yang mendasari hubungan tersebut.

    Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin tinggi harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya, semakin rendah harga, semakin banyak barang yang diminta.

    Dua alasan ekonomi yang mendasari hubungan tersebut adalah:

    1. Efek Substitusi (Substitution Effect)
    Ketika harga suatu barang naik, konsumen akan mencari barang pengganti (substitusi) yang lebih murah.
    Contoh: Jika harga beras premium naik, banyak orang beralih ke beras medium atau komoditas lain seperti mie instan.

    2. Efek Pendapatan (Income Effect)
    Saat harga barang naik, daya beli konsumen menurun. Artinya, dengan uang yang sama, konsumen hanya bisa membeli lebih sedikit barang.
    Contoh: Jika harga minyak goreng naik, konsumen akan mengurangi pembelian atau memilih merek yang lebih murah.

    ++++++++++

    Jawaban Nomor 2

    2. Sebutkan dan jelaskan tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan, serta contoh nyata.

    Kurva permintaan bergeser ke kanan artinya permintaan meningkat, meskipun harga barang tidak berubah.

    Tiga faktor penyebabnya adalah:

    1. Pendapatan Konsumen Meningkat
    Jika pendapatan naik, daya beli meningkat sehingga permintaan bertambah.
    Contoh: Saat gaji ASN naik, permintaan barang elektronik seperti smartphone dan TV meningkat.

    2. Selera atau Tren Konsumen Meningkat terhadap Barang Tertentu
    Ketika sebuah barang menjadi mode atau populer, permintaan akan meningkat.
    Contoh: Tren minuman boba sempat membuat permintaan meningkat drastis meskipun harganya relatif mahal.

    3. Pertambahan Jumlah Penduduk
    Semakin besar populasi, semakin besar kebutuhan terhadap barang dan jasa.
    Contoh: Di daerah yang berkembang pesat, permintaan rumah, sembako, dan transportasi meningkat.

  9. 3.Jelaskan apa yang dimaksud dengan permintaan absolut dan permintaan efektif, serta berikan masing-masing satu contoh dalam kehidupan sehari-hari.
    Jawaban:
    * Permintaan absolut (absolut demand).
    Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.

    *Permintaan efektif (effective demand)
    Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.
    Contoh hukum permintaan pada saat ini :

    Ketika harga kedelai semakin tinggi, pengusaha tempe tahu cenderung beralih menggunakan kedelai yang lebih rendah jenisnya, bahkan ada pengusaha yang sampai gulung tikar karena tidak sanggup membeli bahan baku pembuatan tempe dan tahu tersebut.
    Begitu pula dengan naiknya harga bawang, mahalnya harga bawang berdampak pada kurangnya minat ibu rumah tangga untuk membeli banyak bumbu dapur yang satu ini.

  10. 2.Sebutkan dan jelaskan tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan, serta berikan situasi nyata untuk masing-masing faktor.
    Jawaban:
    Berikut tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan (permintaan meningkat), beserta penjelasan dan contoh situasi nyata.
    1. Pendapatan Konsumen Meningkat
    Penjelasan
    Ketika pendapatan masyarakat naik, daya beli mereka meningkat. Untuk barang normal, peningkatan pendapatan akan membuat permintaan bertambah sehingga kurva permintaan bergeser ke kanan.
    Situasi nyata
    Ketika gaji PNS naik, permintaan masyarakat terhadap barang-barang elektronik seperti smartphone baru ikut meningkat.
    Setelah THR diterima, banyak keluarga membeli pakaian dan kue lebaran lebih banyak dibanding hari biasa.
    2. Selera atau Preferensi Konsumen Meningkat terhadap Barang Tertentu
    Penjelasan
    Jika suatu barang menjadi lebih disukai, lebih tren, atau dianggap lebih bermanfaat, maka jumlah barang yang diminta meningkat. Hal ini terjadi tanpa adanya perubahan harga.
    Situasi nyata
    Tren minuman boba yang viral membuat semakin banyak orang membeli, sehingga permintaan meningkat.
    Ketika artis terkenal memakai merek tas tertentu, permintaan terhadap tas tersebut langsung melonjak.
    3. Jumlah Penduduk Meningkat
    Penjelasan
    Semakin banyak penduduk, semakin banyak potensi pembeli, sehingga permintaan terhadap berbagai barang kebutuhan akan bertambah.
    Situasi nyata
    Ketika wilayah perkotaan mengalami urbanisasi, jumlah penduduk meningkat sehingga permintaan terhadap transportasi umum, makanan cepat saji, dan perumahan juga naik.
    Pertumbuhan penduduk di suatu daerah meningkatkan permintaan terhadap beras, telur, dan air minum.
    Rangkuman Singkat
    Faktor Non-Harga Dampak Contoh
    Pendapatan meningkat Daya beli naik → permintaan naik Gaji naik → banyak membeli elektronik
    Selera meningkat Barang jadi lebih diminati Tren boba → pembelian meningkat
    Jumlah penduduk meningkat Pembeli lebih banyak Urbanisasi → permintaan makanan & transportasi naik

  11. 2.Sebutkan dan jelaskan tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan, serta berikan situasi nyata untuk masing-masing faktor.
    Jawaban:
    Berikut tiga faktor non-harga yang dapat menyebabkan pergeseran kurva permintaan ke kanan (permintaan meningkat), beserta penjelasan dan contoh situasi nyata.
    1. Pendapatan Konsumen Meningkat
    Penjelasan
    Ketika pendapatan masyarakat naik, daya beli mereka meningkat. Untuk barang normal, peningkatan pendapatan akan membuat permintaan bertambah sehingga kurva permintaan bergeser ke kanan.
    Situasi nyata
    Ketika gaji PNS naik, permintaan masyarakat terhadap barang-barang elektronik seperti smartphone baru ikut meningkat.
    Setelah THR diterima, banyak keluarga membeli pakaian dan kue lebaran lebih banyak dibanding hari biasa.
    2. Selera atau Preferensi Konsumen Meningkat terhadap Barang Tertentu
    Penjelasan
    Jika suatu barang menjadi lebih disukai, lebih tren, atau dianggap lebih bermanfaat, maka jumlah barang yang diminta meningkat. Hal ini terjadi tanpa adanya perubahan harga.
    Situasi nyata
    Tren minuman boba yang viral membuat semakin banyak orang membeli, sehingga permintaan meningkat.
    Ketika artis terkenal memakai merek tas tertentu, permintaan terhadap tas tersebut langsung melonjak.
    3. Jumlah Penduduk Meningkat
    Penjelasan
    Semakin banyak penduduk, semakin banyak potensi pembeli, sehingga permintaan terhadap berbagai barang kebutuhan akan bertambah.
    Situasi nyata
    Ketika wilayah perkotaan mengalami urbanisasi, jumlah penduduk meningkat sehingga permintaan terhadap transportasi umum, makanan cepat saji, dan perumahan juga naik.
    Pertumbuhan penduduk di suatu daerah meningkatkan permintaan terhadap beras, telur, dan air minum.
    Rangkuman Singkat
    Faktor Non-Harga Dampak Contoh
    Pendapatan meningkat Daya beli naik → permintaan naik Gaji naik → banyak membeli elektronik
    Selera meningkat Barang jadi lebih diminati Tren boba → pembelian meningkat
    Jumlah penduduk meningkat Pembeli lebih banyak Urbanisasi → permintaan makanan & transportasi naik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed a News

Konsep Dasar Ekonomi Moneter Syariah

Konsep Dasar Ekonomi Moneter Syariah

Perilaku Produsen: Konsep, Tujuan, dan Prinsip Produksi dalam Perspektif Ekonomi

Perilaku Produsen: Konsep, Tujuan, dan Prinsip Produksi dalam Perspektif Ekonomi

Pasar: Pengertian, Jenis, dan Struktur Pasar dalam Ekonomi

Pasar: Pengertian, Jenis, dan Struktur Pasar dalam Ekonomi

Biaya Produksi: Pengertian, Jenis, dan Analisis dalam Teori Ekonomi

Biaya Produksi: Pengertian, Jenis, dan Analisis dalam Teori Ekonomi

Investasi dan Anggaran Modal: Konsep, Jenis, Proses, dan Metode Penilaian

Investasi dan Anggaran Modal: Konsep, Jenis, Proses, dan Metode Penilaian

Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Pengertian, Jenis, dan Pentingnya dalam Dunia Bisnis Modern

Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Pengertian, Jenis, dan Pentingnya dalam Dunia Bisnis Modern

ANGGARAN KOMPREHENSIF

ANGGARAN KOMPREHENSIF

HUKUM PAJAK

HUKUM PAJAK