Konsep bisnis halal dalam islam,
Peluang bisnis produk Halalan toyyiban terbuka lebar dalam Islam. Dalam islam semua aktivitas manusia sudah diatur dengan sedemikian rupa. Salah satunya mengatur tentang bagaimana seharusnya manusia mengontrol konsumsi mereka agar tidak terjadi kesenjangan. Konsep konsumsi dalam islam menegaskan bahwa sebagai manusia harusnya mengonsumsi segala sesuatu yang halalan toyyiban. Kata halalan tayyiban ini berasal dari bahasa Arab yang artinya halal bagi baik. Makna dari kata ini menegaskan bahwa setiap manusia seharusnya memilih yang halal lagi baik untuk memenuhi kebutuhan yang mereka khususnya dalam hal konsumsi. Sedangkan, menurut Quraisy Shihab dalam tafsirnya mengenai kata halalan adalah makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tidak kotor dari segi zatnya atau rusak (kadaluarsa) atau tercampur najis. Dan tayyiban adalah makanaan yang mengundang selera yang memakannya dan tidak membahyakan fisik serta akal.
Maraknya pasar global saat ini mulai diminati dibeberapa negara dengan produk mayoritas non muslim, hal ini membuka lebar Peluang bisnis produk Halalan toyyiban. Bukan hanya swalayan yang mempunyai produk-produk yang mempunyai sertifikat halal namun beberapa restoran juga menyediakan halal food seperti yang dilansir dalam blog “Traveler Blog Reservasi” yang ditulis oleh Narisha Zulkarnain dalam reservasi blognya tersebut merekomendasikan beberapa negara untuk para wisatawan muslim yang ingin menikmati makanan halal diantaranya, yaitu Tokyo, Seoul, Korea, New York, London, Paris, dll.
Mulai berkembangnya pasar halal food ini dibeberapa negara non muslim menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap makanan halal mulai mengalami peningkatan. Hal ini juga bisa menunjukkan mulai bertambahnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap makanan halal. Oleh karena itu, pengembangan pasar halal bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, khususnya di negara yang mayoritas muslim, salah satunya di Indonesia. Peluang bisnis produk Halalan toyyiban merupakan salah satu kuncinya.
Mengenai pasar halal food, halal nampaknya telah menjadi lifestyle atau gaya hidup dibebeberapa negara yang mayoritas non muslim. Hal ini terlihat di lembaga penjamin di negara-negara tersebut yang berupaya untuk menerbitkan sertifikat halal. Persaingan halal food negara-negara maju mulai menjadi salah satudaya saing yang kuat dalam bisnis. Kebutuhan akan makanan yang baik ini akan meningkay=tkan pemintaan sehingga ini akan mempengaruhi tingkat perekonomian suatu negara yang dinilai dari konsumsinya. Peluang bisnis produk Halalan toyyiban dalam hal Halal food ini banyak diminati oleh masyarakat karena kualitas nya yang terjamin baik yang disimbolkan dengan Good Quality, akibatnya perkembangan pasar global halal food semakin meningkat dan berkembang karena didorong oleh kesadaran konsumen yang semakin memperhatikan akan mutu dan keamanan dari makanan yang mereka konsumsi. Standarisasi halal food diluar negeri ini yang menjadikan para konsumen non muslim juga ikut mengonsumsinya.
Salah satu contoh negara yang mengnsumsi halal food adalah Inggris. Di Inggris daging halal meningkatkan penjualan daging hingga 11%, padahal jumlah penduduk muslim yang ada hanya mencapai 3% dari seluruh penduduk Inggris. Saat ini Jepang juga mulai aktif dalam mengembangkan pasar produk halal dunia. Pesatnya perkembangan produk halal di Jepang diperlihatkan dengan adanya pertambahan jumlah bisnis yang bersertifikasi halal, pada tahun 2011 hanya ada 2 perusahaan yang mendaftar. Namun, pada tahun 2012 ada 14 perusahaan yang mendaftar hingga maret 2013 ada 10 perusahaan yang mendaftarkan diri.
Peluang dalam mengembangkan produk halal sangatlah besar dibeberapa negara yang mayoritas non muslim banyak yang membutuhkan produk-produk halal namun semua itu juga terkendala dari bahan-bahan yang kurang mencukupi untuk memproduksi produk halal. Dari daftar 10 negara eksportir daging halal terbesar di dunia, negara muslim tidak ada masuk satu pun didalamnya, hal ini disampaikan oleh CEO Internasional halal center Assad Sajjad Zaidi dalam presentasinya di World Halal Summit, Instanbul Turki dikutip dari Anadolu Agency.
- Peluang di indonesia
Setelah melihat peluang yang ada dibeberapa negara yang mayoritas non muslim, seharusnya Indonesia memiliki peluang yang lebih besar dalam mengembangkan pasar halal. Indonesia dapat mengembangkan pasar halal. Indonesia dapat mengembangkan strategi yang baik dalam pengembangan produk halal. Salah satunya dengan mengerahkan UMKM untuk mengembangkan strategi yang baik dalam pengembangkan produk-produk yang bersetifikasi halal dari BPJPH atau Mui yang kemudian di ekspor ke negara-negara yang membutuhkan pasokan produk-produk halal. Walaupun memang sampai saat ini indonesia masih menjadi konsumen terbesar dalam pasar halal tapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia dapat menjadi produsen.
Peluang lain yang dapat dilihat dari pengembangan pasar halal di Indonesia adalah mengembangkan wisata kuliner halal dan bersetifikat. Masyarakat Indonesia kaya akan makanan khas daerah.
2. Kendala
Kendala yang dapat dilihat sampai saat ini salah satunya adalah Indonesia masih menjadi importir terutama barang siap konsumsi, bahan utama ataupun olahan. Indonesia masih kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Masih banya produsen yang belum mendaftarkan produk produknya kepada BPJPH atau MUI untuk mendapatkan sertifikat halal. Khususnya untuk wisata kulinernya, daftar restoran yang mendaftar untuk makan halal juga masih minim.
3. Solusi
Lembaga penjamin makanan halal harus lebih berupaya untuk membuat kualitas halal yang bersertifikat ini menjadi standar kualitas halal dunia. Mengingat di negara-negara non muslim telah menjadikan halal dengan simbol Good Qualit. Hal ini akan mampu menciptakan daya saing yang kuat untuk menjadikan industri halal semakin diminati dalam pasar internasional.
Masyarakat Indonesia harus menjadikan halal sebagai lifestyle. Dengan menjadikan halal sebagai lifestyle maka ini akan sangat membantu dalam penjualan produk-produk halal.
Para produsen harus mendaftarkan produk-produknya pada BPJPH atau MUI untuk segera mendapat sertifikat halal. Pentingnya sertifikat halal menjadi jaminan atas makanan yang baik dan aman untuk di konsumsi. Produk halal bukan hanya sekedar halal. Namun, dapat dijadikan sebagai peluang bisnis. Negara yang menjadi eksportir produk halal telah menjadikan ini sebagai peluang bisnis dan hal ini pasti akan menimbulkan dampak yang baik juga untuk negaranya. Indonesia sampai sekarang masih menjadi pasar dalam pasar global halal food dan belum menjadi pelaku bisnis tersebut. Namun, melihat perkembangan yang ada saat ini, Indonesia dapat menjadikan pariwisata syariah dan wisata kuliner halal sebagai pintu dalam mengembangkan pasar halal di Indonesia yang merupakan Peluang bisnis produk Halalan toyyiban. (RF)











This article is good and practical. The site is useful and informative.
Good shout.
This was a very useful and well-researched article! I always find
helpful content on this site.
I learned so much from this article—it was full of useful information!
The site is a fantastic resource.
Thank you so much
dwmy1o
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.
Oke.. Thank you !