PETUNJUK SYARIAH TENTANG MANAJEMEN

Petunjuk syariah dalam manajemen sangat diperlukan agar apa yang dijalankan dalam sebuah perusahaan sesuai dengan kaidah kaidah syariat Islam.

  1. Manajemen Bagian dari Syariat Islam
    Dalam pandangan agama Islam segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, teratur dan dan tuntas, tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Apa yang diatur dalam Islam ini telah menjadi indikator pekerjaan manajemen yang meliputi rapi, benar, tertib, teratur dan sistematis. Apa yang diatur dalam agama Islam itu adalah berdasarkan syariat Islam (aturan yang ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW). Dengan demikian dapat disimpulkan:
    (a) manajemen merupakan bagian dari syariat Islam, dan
    (b)manajemen Islam identik atau sama dengan manajemen syariah, paling tidak untuk pemahaman kita di Indonesia.
    Di antara ayat Al Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kegiatan manajemen adalah: .(Q.S. Ash-Shaff: 4) yang artinya :

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berjuang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.(Q.S. Ash-Shaff: 4)

Kokoh di sini maksudnya adanya sinergi yang rapi antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. Jika hal ini terwujud akan menghasilkan suatu (pencapaian tujuan) yang maksimal. Dengan demikian dapat disumpulkan: a) manajemen merupakan bagian dari syariat Islam dan b)manajemen Islam identic atau sama dengan manajemen syariah, paling tidak untuk pemahaman kita di Indonesia.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW menyatakan:
“Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan dilakukan secara itqan (tepat, terarah, jelas, dan teratur)” (HR. Thabrani).
Itqan disini maksudnya arah/tujuan pekerjaan itu jelas, landasannya mantap, dan cara mendapatkannya transparan. Ini merupakan amal perbuatan yang dicintai Allah SWT.

Kemudian dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang lain disebutkan pula;
“Allah mewajibkan kepada kita untuk berlaku ihsan dalam segala sesuatu” (HR. Muslim)
Ihsan disini melakukan sesuatu pekerjaan secara maksimal dan optimal sehingga hasilnya juga maksimal dan optimal.
Memperhatikan ayat Al-Qur’an dan Hadis tersebut di atas jelaslah manajemen dalam arti mengatur sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat, dan terarah merupakan sesuatu yang disyariatkan dalam ajaran Islam.

  1. Organisasi Memerlukan Manajemen
    Apapun bentuk organisasi itu ia memerlukan manajemen. Suatu kelembagaan seperti institusi pemerintah atau perusahaan bahkan rumah tangga sekalipun akan berjalan dengan baik jika dikelola dengan baik (teratur, rapi, benar, tertib, dan sistematis). Sebaliknya apabila suatu organisasi/lembaga/perusahaan yang tidak diorganisir dengan baik/tidak dimanajemen dengan baik akan dapat dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir dengan baik (ungkapan Ali bin Abi Thalib r.a).1 Dominasi kemungkaran sering terjadi bukan karena kuatnya kemungkaran itu, akan tetapi karena tidak rapinya kekuatan yang hak.
    Banyak contoh yang bisa kita lihat dengan kebenaran ungkapan Ali bin Abi Thalib r.a ini. Misalnya tentang eksploitasi pengelolaan sumber daya alam (pertambangan). Kita punya Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup, namun karena manusia-manusia yang berwenang memberi izin pengelolaannya dan yang bekewajiban mengawasi pelaksanaannya lebih mendahulukan keuntungan ekonomi sehingga ketentuan dalam undang-undang tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Bekas galian tambang tersebut dibiarkan menganga puluhan tahun, padahal ada kewajiban mereklamasi (menutup kembali dengan tanah) supaya bisa ditanami dengan tanaman-tanaman yang menghasilkan. Menurut teorinya lubang-lubang bekas galian tambang itu direklamasi setahun setelah itu kalau belum rata ditambah lagi sampai rata, kemudian ditanami tanaman- tanaman yang hasilnya laku di pasar internasional seperti karet, kopi, kemiri, dan lain-lain.Tujuh tahun setelah itu karet bisa disadap, lima tahun setelah itu kopi sudah bisa dipanen, lima tahun setelah itu kemiri sudah bisa dipanen. Dana reklamasinya juga tidak jelas kemana mengalirnya. Ujungnya lingkungan hidup jadi rusak dan negara dirugikan, karena dilubang-lubang bekas galian itu hanya digenangi air, tidak bisa lagi mendatangkan hasil. Kalau saja perintah undang-undang itu dimanajemen dengan baik tentu tidak seperti sekarang ini. Inilah juga yang menjadi bukti bagi UNDP mengatakan Indonesia itu negara perusak lingkungan nomor wahid.
    Contoh sederhana yang lebih kecil dari pengelolaan sumber daya alam adalah rumah tangga kita masing-masing. Misalnya seorang PNS golongannya III/a dengan satu istri dan 2 anak. Bila dia/istrinya tidak bisa mengelola keuangan yang didapat dari gajinya dapat dipastikan uang gaji tidak cukup untuk sebulan. Misalnya lebih sering makan di restoran, lebih sering berbelanja di mall. Dapat dipastikan gajinya hanya cukup untuk 10 hari saja, terus yang 20 harinya dari mana?
    Dengan demikian dapat disimpulkan semua bidang kehidupan baik rumah tangga, kantor pemerintahan, organisasi perusahaan/bisnis memerlukan manajemen.
  2. Prilaku dalam Manajemen
    Yang dimaksud dengan prilaku personal manajemen disini adalah prilaku orang-orang yang menjalankan kegiatan manajemen yang terkait dengan nilai-nilai keimanan dan ketauhidan. Jika setiap orang yang terlibat kegiatan dalam manajemen syariah meyakini dan menyadari tanggung
    jawab dan konsekuensi logisnya, maka diharapkan prilakunya akan terkendali dan tidak akan terjadi prilaku KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) karena ia menyadari sepenuhnya adanya pengawasan dari Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT yang akan memperhitungkan semua perbuatannya (yang baik maupun yang buruk). Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:
    ”Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya Dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun niscaya dia akan melihat (balasannya) pula”. (Q.S. Az Zarrah: 7-8).

Dalam konteks ini manajemen syariah berbeda dengan manajemen konvensional yang sama sekali tidak terkait bahkan lepas dari nilai-nilai keimanan dan ketauhidan. Orang-orang yang menerapkan manajemen konvensional diduga tidak merasa ada pengawasan melekat (build in con- trol) dari Yang Maha Kuasa, kecuali sedikit ada rasa diawasi oleh pengawas dari instansi yang berwenang, karena konsep yang membangun integritasnya berbeda dengan manajemen syariah.
Hal lain yang juga yang membedakan manjemen syariah dengan manajemen konvensional adalah setiap aktivitas/ kegiatan dalam manajemen syariah selalu diupayakan menjadi amal saleh oleh pelakunya dan bernilai ibadah. Amal saleh di sini tidak semata-mata hanya perbuatan baik seperti yang dipahami selama ini, tetapi merupakan amal perbuatan baik yang dilandasi oleh persyaratan-persyaratan berikut:
a) Niat yang ikhlas karena Allah
Suatu perbuatan walaupun terkesan baik, tetapi jika tidak dilandasi keikhlasan karena Allah, maka perbuatan itu tak dapat dikatakan sebagai amal saleh. Niat yang ikhlas hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman.
b) Tata cara pelaksanaannya sesuai syariah
Suatu perbuatan yang baik tetapi tidak sesuai dengan ketentuan syariat, maka tidak dapat dikatakan sebagai amal saleh. Contoh misalnya, seorang yang melakukan sholat ba’diah Ashar kelihatannya perbuatan itu baik, tetapi tidak sesuai dengan ketentuan syariat, maka ibadahnya itu bukan amal saleh, bahkan bisa dikatan bid’ah.
c) Dilakukan dengan penuh kesungguhan
Perbuatan yang dilakukan dengan asal-asalan tidak termasuk amal saleh. Sudah menjadi anggapan umum bila suatu pekerjaan dilakukan dengan ikhlas maka itu berarti lillahi ta’ala. Bukti kesungguhan itu adalah bila seseorang melakukannya dengan ikhlas.

  1. Sistem yang Dijalankan
    Sistem yang dijalankan dalam manajemen syariah adalah sistem yang menjadikan prilaku pelaku-pelakunya berjalan baik, tidak mudah tergoda untuk melakukan penyimpangan. Sistem yang dilengkapi dengan koridor dan rambu-rambu pengawasan, serta ada jaminan untuk dapat hidup (gaji) yang memadai bagi pelakunya.

Sistem manajemen yang baik itu antara lain dapat dilihat dari bagaimana mengatur mekanisme dan hubungan kerja antara unit-unit yang ada dalam organisasi itu berjalan secara teratur, dan terkoordinir, ada dalam kontrol (pengawasan) pimpinan, saling bersinergi membentuk kekuatan bersama untuk mencapai tujuan bersama. Mekanisme sistem itu dapat dilihat dari:
a) Bagaimana mendayagunakan fungsi-fungsi manajemen (berorientasi pada fungsi manajemen)
Fungsi manajemen pada umumnya terdiri dari:

(i) Perencanaan (planning)
(ii) Pengorganisasian (organizing)

(iii) Penggerakan (actuating)
(iv) Pengawasan (controlling)

  1. Kegiatan sistem manajemen itu dimulai dari fungsi perencanaan. Setelah fungsi perencanaan membuat rencana kerja dilanjutkan dengan pengorganisasian. Dalam pengorganisasian ini dibuat strukturnya sesuai keperluan atau besar kecilnya organisasi. Kemudian diisi orang-orangnya yang diberi tanggung jawab sesuai dengan kriterianya masing- masing.
  2. Setelah fungsi pengorganisasian ini ditetapkan struktur dan orang-orangnya yang diberi tanggung jawab dilanjutkan dengan langkah penggerakan (ac- tuating) oleh pimpinan.
  3. Setelah semua aktivitas organisasi ini bergerak menuju tujuan organisasi (kantor pemerintah itu tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, sedangkan perusahaan tujuan mendapatkan keuntungan), maka pemimpin mulai melaksanakan pengawasan dengan menegaskan para pengawas, yang dalam organisasi modern sekarang ini lebih akrab disebut dengan monitoring dan evaluasi.
  4. Monitoring dan evaluasi ini bekerja bukan untuk mencari-cari kesalahan orang, tetapi mencocokkan tujuan yang dapat dicapai dengan apa yang direncanakan semula. Jika terjadi kesenjangan lalu dicari dimana terjadinya, apa sebabnya, lalu bersama-sama dengan unit kerja yang ada masalah itu didiskusikan bagaimana memperbaiki. Jika hal itu diketahui di awal-awal kegiatan maka tahun itu juga perlu perbaikan.
    Dengan sistem ini maka perencanaan itu sifatnya siklus (berlanjut dari tahun ke tahun).
  5. Hasil monitoring ini menjadi subtansi utama dalam penyusunan laporan tahunan, sehingga bisa diketahui tingkat kinerja di masing-masing unit kerja organisasi. Laporan tahunan ini disampaikan kesemua unit kerja untuk dipelajari sehingga bisa menjadi feedback bagi mereka yang lemah kinerjanya untuk memperbaiki diri dan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya,

b) Mendayagunakan fungsi-fungsi unit kerja (berorientasi pada pendayagunaan unit kerja)
Bekerjanya sistem dalam organisasi juga dapat dilihat dari fungsi unit-unit kerja yang ada dalam organisasi itu. Unit-unit kerja yang ada dalam suatu organisasi biasanya dibuat sesuai keperluan dan bidang pekerjaannya masing-masing.. Fungsi unit kerja itu antara lain:
(i) Bagian Keuangan
(ii) Bagian Perlengkapan
(iii) Bagian Produksi
(iv) Bagian Pemasaran (v) Bagian Administrasi

Masing-masing unit kerja melaksanakan fungsinya sesuai job description, dimana:
(a) Bagian Keuangan harus sudah menyiapkan dana sebelum Bagian Perlengkapan sampai jadwalnya untuk berbelanja membeli bahan baku untuk diproduksi.
(b) Bagian Perlengkapan harus menyiapkan bahan baku sebelum sampai jadwal produksi dimulai.
(c) Bagian Produksi sudah menyelesaikan tugasnya memproduksi sebelum jadwal kegiatan pemasaran dimulai.
(d) Bagian Pemasaran sudah harus siap beroperasi begitu barang diproduksi.
(e) Bagian Administrasi setiap saat siap menerima konsultasi bagian-bagian teknis (keuangan, perlengkapan, produksi, dan pemasaran) menyangkut keperluan tenaga (SDM), sarana prasarana dan fasilitas yang diperlukan. Bagian administrasi dalam hal ini mempersiapkan
rencana keperluan unit-unit kerja teknis untuk dimintakan persetujuan pimpinan.

  1. Peran bagian administrasi yang menerima konsultasi dari unit-unit teknis bukan berarti membuat suasana menjadi birokratis karena menurut logika unit-unit teknis bisa langsung berkonsultasi kepada pimpinan. Ada dua alasan mengapa konsultasi harus ke bagian administrasi:
    (a) Bagian administrasi adalah unit kerja yang bertanggung jawab mengurus penggunaan sarana prasarana, fasilitas, dan SDM perusahaan.
    (b) Untuk mengantisipasi kesibukan pemimpin perusahaan dengan agenda-agenda strategis, seperti kedalam lebih banyak berpikir untuk kemajuan perusahaan dan keluar membina relasi dan hubungan dengan stake holder.

Sejarah pemerintahan Islam telah mencatat keberhasilan pelaksanaan sistem manajemen khususnya manajemen pemerintahan yang diterapkan, diantaranya pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sistem yang berlaku pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz ini dapat dijadikan contoh sistem yang baik, seperti misalnya: (1) sistem penggajian yang rapi sesuai dengan tingkatan wewenang dan tanggung jawab. (2) Sistem pengawasan, sehingga di zaman khalifah Umar bin AbdulAziz ini sudah terwujud apa yang disebut clean government. (3) Sistem yang berorentasi kepada kepentingan masyarakat, bukan sistem yang hanya menggemukkan pejabat-pejabatnya.
Pelaksanaan sistem kehidupan yang baik seperti yang diperkenalkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ini apabila dilaksanakan secara konsisten akan melahirkan sebuah tatanan kehidupan yang baik yang disebut dengan hayatun thayyibah. Mereka yang berhasil mewujudkan tatanan kehidupan yang demikian ini adalah orang-orang yang akan mendapat ganjaran yang lebih baik lagi dari Allah sebagaiman firman dalam Al-Qur’an berikut:

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik darinya yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl; 97)

Sebaliknya bagi mereka yang menolak aturan atau tidak ada keinginan untuk melaksanakan aturan yang baik yang sudah dibuat, akan melahirkan kekacauan dalam kehidupan di dunia, dan kecelakaan di akhirat nanti, sebagaimana pernyataan Allah SWT berikut:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman; “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. (Q.S. Thaaha; 124-126)

Pertanyaan Diskusi : (Pilih satu pertanyaan dan silahkan dijawab di kolom komentar..!!)

  1. Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik.
  2. Jelaskan menurut pendapat saudara ! Apakah dengan adanya perilaku manajemen yang sesuai syariah bisa mengurangi adanya perilaku KKN dalam sebuah perusahaan.
  3. Menurut Pendapat saudara apa perbedaan manajemen konvensional dengan manajemen syariah ?
Please follow and like us:

Reniazhabi

website azhabibisnis.com adalah website yang memberikan informasi dalam beberapa bidang diantaranya bisnis, ekonomi, manajemen, travelling, motivasi, tekhnologi, Islamic, dll yang selalu mengedepankan informasi terbaru dan terdepan.

Related Posts

Proses Pembuatan Link Microsoft Teams : Tutor Mata Kuliah Artikel Ilmiah UT

Proses Pembuatan Link Microsof Teams ini khusus untuk Tutor Artikel Ilmiah yang akan melaksanakan Tutorial Webinar (TUWEB) dengan menggunakan Microsoft teams dan mengalami kendala dalam Loginnya. Beberapa Cara untuk mengatasi kendala dalam proses pembuatan Link Microsoft Teams : (Berdasarkan praktek yang dilakukan) !!! : Catatan : Kalau masih tidak bisa silahkan shutdown dulu laptopnya atau restart. Dan setelah itu hidupkan…

Read more

Continue reading
Teori Pengambilan Keputusan: Pengertian, Pendekatan, dan Implikasinya dalam Organisasi

Pengambilan keputusan merupakan bagian sentral dalam manajemen organisasi. Setiap langkah yang diambil oleh seorang manajer atau pemimpin organisasi memiliki konsekuensi terhadap arah, strategi, dan efektivitas perusahaan. Oleh karena itu, para akademisi dan praktisi manajemen telah mengembangkan berbagai teori pengambilan keputusan untuk menjelaskan bagaimana manusia membuat pilihan dalam berbagai konteks, mulai dari kondisi ideal yang penuh informasi hingga situasi yang ambigu…

Read more

Continue reading

One thought on “PETUNJUK SYARIAH TENTANG MANAJEMEN

  1. Nama : Afrizal
    NIM : 1125001
    Soal
    1. Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik?
    Jawab
    Dengan berkembangnya ilmu pengatahuan organisasi berkaitan dengan manajemen untuk pengelolaan kelompok organisasi yang lebih terstruktur sehingga memudahkan manajerial dalam pengelolaan organisasi yang lebih baik. serta organisasi yang dibangun lebih terarah tujuan pelaksanaannya.

  2. 2.Dengan menerapkan prilaku management syariah bisa mengurangi adanya prilaku KKN dalam sebuah perusahaan.
    Menurut pendapat saya, Penerapan managemen syariah memiliki potensi yang sangat besar dalam mengurangi bahkan mencegah praktik KKN dalam sebuah perusahaan.Hal ini bukan hanya sekedar aturan bisnis, tetapi manajemen syariah mengatur hubungan kerja berdasarkan nilai nilai agama dan etika yang kuat.Berikut penjelasannya :
    A.Landasan aqidah dan akhlak
    Landasan syariah tidak hanya melihat aktifitas bisnis sebagai cara mencari keuntungan duniawi,tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan.
    -Dampaknya :
    Setiap keputusan dan tindakan karyawan atau manager tidak hanya diawasi oleh atasan dan hukum perusahaan, tetapi juga oleh kesadaran diri dan takut akan dosa.hal ini membuat seseorang harus berpikir dua kali sebelum melakukan korupsi atau mengambil hak orang lain.
    B.Prinsip keadilan (A’dalah) dan Kejujuran (Siddiq).
    Nilai nilai inti dalam manajemen syariah .menuntut adanya transparansi dan kejujuran dalam setiap transaksi serta pengelolaan sumber daya.
    -Dampaknya :
    Praktik KKN yang menyembunyikan kebenaran atau manipulasi data bertentangan langsung dengan prinsip ini, sistem akuntansi dan pelaporan yang berbasis syariah cenderung lebih terbuka dan sulit untuk di manipulasi.
    C.Larangan Zalim dan Ghulul
    Dalam Islam mengambil hak orang lain atau harta perusahaan secara tidak sah (korupsi)disebut sebagai Ghulul (penggelapan) dan perbuatan zalim.ini adalah dosa besar dan dilarang keras.
    -Dampaknya :
    Ada batasan moral yang sangat jelas bahwa menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok adalah hal yang haram dan tercela.
    D.Sistem Meritokrasi dan anti nepotisme
    Dalam manajemen syariah prinsip pengangkatan jabatan atau pemberian tugas didasarkan pada prinsip amanah dan kompetensi.
    -firman Allah dalam Surat Al-Qasas ayat 26 menekankan untuk memilih orang yang kuat dan dapat dipercaya.
    Dampaknya :
    Rekrutmen dan promosi harus berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan karena hubungan keluarga,(nepotisme) atau pertemanan (kolusi). Posisi diberikan pada yang paling mampu mengemban amanah, bukan yang paling dekat secara personal.
    E.Prinsip Musyawarah
    Pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif dan terbuka, bukan otoriter satu orang saja.
    -Dampaknya :
    Praktik Kolusi yang biasanya dilakukan secara diam diam oleh segelintir orang akan lebih sulit terjadi karena setiap kebijakan didiskusikan dan disepakati bersama sehingga lebih mudah dideteksi jika ada penyimpangan.
    KESIMPULAN :
    Manajemen syariah bekerja Dengan cara mengubah pola pikir (mindset),jika manajemen konvensional lebih banyak mengandalkan sanksi hukum atau peraturan perusahaan untuk mencegah KKN, manajemen syariah mencegah nya dari dalam diri (internal control) melalui kesadaran moral dan spiritual.
    Namun perlu diingat bahwa teori dan implementasi bisa berbeda, efektivitas nya sangat bergantung pada kesungguhan dan ketakwaan para pelakunya dalam menerapkan nilai nilai tersebut.

  3. Konvensional = fokus duniawi (profit & efisiensi)
    Syariah = seimbang antara dunia dan akhirat, dengan aturan halal–haram dan nilai moral Islam

  4. Jawaban no 3.
    Manajemen konvensional dan manajemen syariah memiliki perbedaan mendasar dalam prinsip dan penerapannya. Manajemen konvensional berlandaskan rasionalitas, ilmu modern, dan teori manajemen umum tanpa mengaitkan aspek agama. Tujuan utamanya adalah mengejar profit dan efisiensi demi kepentingan perusahaan atau pemilik modal. Dalam konsep kepemilikan, manajemen konvensional menganggap kepemilikan sebagai hak mutlak pemilik modal, sehingga keuntungan menjadi prioritas utama. Pengambilan keputusan biasanya dilakukan berdasarkan analisis rasional, tren pasar, dan kepentingan bisnis, sedangkan motivasi kerja lebih berorientasi pada kepentingan pribadi, penghargaan, atau target material.

    Sementara itu, manajemen syariah berlandaskan Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, serta nilai-nilai Islam. Tujuannya tidak hanya mengejar keuntungan (profit-oriented), tetapi juga mengutamakan keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan umat (falah-oriented). Konsep kepemilikan dalam manajemen syariah menganggap bahwa segala sesuatu hanyalah titipan dari Allah, sehingga harus dikelola sesuai ketentuan syariah dan memberi manfaat bagi masyarakat. Proses pengambilan keputusan mengutamakan musyawarah (syura), keadilan, dan menghindari praktik terlarang seperti riba, gharar, dan maysir. Motivasi kerja dalam manajemen syariah bukan hanya untuk kepentingan duniawi, tetapi juga dilandasi niat ibadah dan tanggung jawab kepada Allah. Dengan demikian, akuntabilitas dalam manajemen syariah tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah, sehingga praktik pengelolaannya lebih etis, jujur, dan amanah.

  5. Nama : Anitha Christiani sidabutar
    Nim: 1124002
    1.Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik?
    Jawab: Dalam sebuah organisasi, manajemen yang baik sangat penting karena berfungsi sebagai fondasi utama untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Berikut beberapa alasan mengapa manajemen yang baik sangat dibutuhkan:
    1. Mengarahkan Organisasi ke Tujuan yang Jelas
    Manajemen membantu menyusun visi, misi, dan tujuan organisasi. Dengan perencanaan yang tepat, setiap bagian dalam organisasi bisa bergerak ke arah yang sama, menghindari kebingungan atau konflik arah.
    2. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya
    Organisasi memiliki sumber daya terbatas (manusia, keuangan, waktu, dan material). Manajemen yang baik memastikan semua sumber daya digunakan secara efisien dan tidak terbuang sia-sia.
    3. Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja
    Manajemen yang efektif mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, menetapkan target yang jelas, serta memberikan motivasi dan bimbingan. Ini akan meningkatkan produktivitas dan kinerja tim secara keseluruhan.
    4. Membangun Koordinasi dan Kerjasama
    Manajemen menjadi penghubung antarbagian dalam organisasi. Ia memastikan adanya koordinasi yang baik antara divisi, menghindari duplikasi pekerjaan, dan menciptakan sinergi.
    5. Mengelola Perubahan dan Risiko
    Dalam dunia yang dinamis, organisasi harus siap beradaptasi. Manajemen yang baik mampu mengidentifikasi risiko, menyusun strategi menghadapi perubahan, dan menjaga stabilitas organisasi.
    6. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik
    Manajer berperan dalam mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan membuat keputusan strategis yang tepat waktu dan berdampak positif.
    7. Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan
    Manajemen yang adil dan terbuka menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Karyawan merasa dihargai, termotivasi, dan lebih loyal terhadap organisasi.

  6. sebuah organisasi memerlukan manajemen yang baik karena manajemen adalah proses kunci yang memastikan semua sumber daya (manusia, uang, material, waktu) digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama organisasi.
    Berikut adalah alasan utama mengapa manajemen yang baik sangat penting dalam sebuah organisasi:

    1. Mencapai Tujuan Organisasi Secara Efisien dan Efektif
    Ini adalah fungsi utama. Manajemen yang baik memastikan:
    Perencanaan (Planning): Tujuan ditetapkan secara jelas dan realistis, dan strategi untuk mencapainya dirumuskan. Organisasi memiliki “peta jalan” yang terarah.
    Pengorganisasian (Organizing): Sumber daya dan tugas dikelompokkan dan dialokasikan dengan tepat, serta struktur organisasi dibentuk untuk mendukung pelaksanaan rencana. Ini menghindari duplikasi pekerjaan dan pemborosan sumber daya.
    Pengarahan (Directing/Actuating): Anggota organisasi dipimpin, dimotivasi, dan dibimbing untuk bekerja sesuai rencana.
    Pengendalian (Controlling): Kinerja dipantau, dievaluasi, dan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Jika terjadi penyimpangan, tindakan koreksi segera diambil.
    2. Optimalisasi Sumber Daya
    Organisasi memiliki sumber daya yang terbatas (misalnya anggaran, waktu, karyawan, peralatan). Manajemen yang baik berfungsi untuk:
    Memastikan penggunaan sumber daya yang bijaksana (efisien), artinya mencapai hasil maksimal dengan biaya/sumber daya minimal.
    Menghindari pemborosan dan salah alokasi.

    3. Menciptakan Koordinasi dan Sinergi
    Manajemen memastikan semua bagian, departemen, atau individu bekerja selaras menuju satu tujuan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
    Adanya pembagian tugas dan wewenang yang jelas mengurangi konflik dan kebingungan di antara karyawan.
    Komunikasi yang lebih baik antara atasan dan bawahan, serta antar divisi, dapat diciptakan.

    4. Meningkatkan Kualitas Kinerja dan Produktivitas
    Manajemen yang efektif berfokus pada Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, termasuk memberikan pelatihan, motivasi (melalui reward dan pengakuan), serta lingkungan kerja yang kondusif.
    Karyawan yang terkelola dengan baik cenderung lebih termotivasi, loyal, dan produktif, sehingga meningkatkan kualitas output organisasi.

    5. Memungkinkan Adaptasi dan Kelangsungan Hidup
    Dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan kompetitif, manajemen berperan penting dalam mengidentifikasi dan menghadapi tantangan atau perubahan (misalnya perubahan pasar, teknologi baru, atau krisis).
    Manajemen yang baik fleksibel dan mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat berdasarkan data dan analisis yang terstruktur, sehingga organisasi dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
    Secara singkat, manajemen yang baik adalah kerangka kerja yang vital yang mengubah tujuan abstrak menjadi hasil nyata dengan mengelola manusia dan proses secara terstruktur, terarah, dan terukur. Tanpa manajemen yang baik, organisasi cenderung bergerak tanpa arah, sumber daya terbuang, dan tujuan sulit tercapai.

  7. 1. Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik.
    Organisasi memerlukan manajemen yang baik karena manajemen adalah alat untuk mengarahkan, mengatur, dan mengoptimalkan sumber daya agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Beberapa alasan utamanya:

    Mengatur Sumber Daya
    Manajemen membantu mengelola sumber daya manusia, keuangan, material, dan teknologi agar digunakan seoptimal mungkin tanpa pemborosan.

    Mencapai Tujuan
    Tanpa manajemen, aktivitas organisasi bisa berjalan tanpa arah. Manajemen memberikan perencanaan, strategi, dan langkah nyata untuk mencapai visi dan misi.

    Koordinasi dan Kerjasama
    Dalam organisasi ada banyak orang dengan peran berbeda. Manajemen memastikan adanya koordinasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau konflik kepentingan.

    Efisiensi dan Efektivitas
    Manajemen yang baik menekankan pada penggunaan waktu, biaya, dan tenaga seminimal mungkin dengan hasil yang maksimal.

    Pengambilan Keputusan
    Manajemen menyediakan kerangka kerja dalam menganalisis masalah, mengevaluasi pilihan, dan mengambil keputusan yang tepat.

    Menghadapi Perubahan
    Lingkungan organisasi selalu berubah (teknologi, ekonomi, sosial). Manajemen yang baik membuat organisasi lebih adaptif dan inovatif.

    Motivasi dan Kepuasan Kerja
    Melalui manajemen yang sehat (misalnya kepemimpinan yang baik, sistem penghargaan, pembagian tugas jelas), anggota organisasi merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih baik.

    👉 Singkatnya, manajemen adalah jantung organisasi. Tanpa manajemen yang baik, organisasi akan berjalan tidak teratur, sulit berkembang, bahkan bisa gagal mencapai tujuannya.

  8. Nama : NOVI WULANDARI
    NIM : 1124001
    SOAL NO 1
    1. Membantu Mencapai Tujuan Kelompok
    Manajemen mengatur faktor-faktor produksi, mengumpulkan dan mengatur sumber daya, dan mengintegrasikan sumber daya dengan cara yang efektif untuk mencapai tujuan.
    Dengan mendefinisikan tujuan organisasi dengan jelas, tak akan ada pemborosan waktu, uang, dan tenaga.
    Informasi penting disajikan secara kronologis
    Manajemen mengubah sumber daya manusia, mesin, uang, dan lainnya yang tak terorganisasi menjadi berguna. Sumber daya tersebut dikoordinasikan, diarahkan, dan dikendalikan sedemikian rupa sehingga perusahaan bekerja untuk mencapai tujuan.
    2. Memanfaatkan Sumber Daya yang Optimal
    Manajemen memanfaatkan semua sumber daya fisik dan manusia secara produktif untuk kemajuan perusahaan. Dengan menggunakan alternatif terbaik dalam industri, sumber daya yang langka dapat dimanfaatkan.
    3. Mengurangi Biaya
    Manajemen menggunakan sumber daya fisik, seperti manusia dan keuangan, sedemikian rupa sehingga menghasilkan kombinasi terbaik antara input dan output. Hal ini membantu mengurangi biaya.
    ADVERTISEMENT

    4. Membangun Badan Usaha yang Baik
    Membangun struktur badan usaha yang baik adalah salah satu tujuan manajemen yang selaras dengan tujuan badan usaha.
    Dalam membangun struktur yang baik, manajemen menetapkan hubungan otoritas dan tanggung jawab yang efektif, yaitu siapa yang bertanggung jawab ke siapa, siapa yang dapat memberikan instruksi ke siapa, siapa yang menjadi atasan dan siapa yang menjadi bawahan.
    5. Menetapkan Keseimbangan
    Manajemen memungkinkan organisasi untuk bertahan dalam lingkungan yang berubah. Hal ini membuat organisasi tetap berhubungan dengan lingkungan yang berubah, seperti perubahan kebutuhan masyarakat.
    6. Meningkatkan Kemakmuran Masyarakat
    Manajemen yang efisien mengarah pada produksi ekonomis yang lebih baik dan pada gilirannya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Manajemen yang baik membuat tugas yang sulit menjadi lebih mudah dengan menghindari pemborosan sumber daya yang langk

  9. 3. Menurut Pendapat saudara apa perbedaan manajemen konvensional dengan manajemen syariah ?
    Sendiri Tri Sadili Putra (1124014)
    Ekonomi Syariah
    jawaban :

    Menurut saya, Perbedaan Manajemen Konvensional dengan Manajemen Syariah

    1. Landasan Filosofis

    Konvensional: Berlandaskan pada rasionalitas, pengalaman, dan teori manajemen modern yang dikembangkan di Barat. Tujuannya cenderung mengejar efisiensi, efektivitas, dan keuntungan (profit oriented).

    Syariah: Berlandaskan pada Al-Qur’an, Hadis, ijma’, dan qiyas. Tujuannya tidak hanya profit, tetapi juga mendapat keberkahan, kemaslahatan, serta ridha Allah SWT (falah oriented).

    2. Tujuan Utama

    Konvensional: Fokus pada kepuasan pemilik modal, pertumbuhan ekonomi, dan keuntungan material.

    Syariah: Tujuan utama adalah mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat, menjaga nilai-nilai moral, serta memberi manfaat untuk masyarakat luas.

    3. Prinsip Operasional

    Konvensional: Bebas nilai agama, menggunakan prinsip-prinsip umum manajemen (planning, organizing, actuating, controlling).

    Syariah: Menggunakan prinsip yang sama, tetapi ditambah dengan nilai tauhid, amanah, keadilan, musyawarah (syura), dan ihsan.

    4. Etika dalam Pengelolaan

    Konvensional: Etika bergantung pada norma sosial dan hukum positif. Jika tidak melanggar hukum negara, maka dianggap sah.

    Syariah: Segala bentuk aktivitas manajemen harus sesuai dengan hukum Islam. Halal-haram menjadi ukuran, bukan hanya legal-ilegal.

    5. Orientasi Hasil

    Konvensional: Menekankan pada kuantitas hasil (produktivitas, profit).

    Syariah: Menekankan pada kualitas hasil yang halal, thayyib (baik), serta membawa keberkahan.

    6. Pengendalian dan Pertanggungjawaban

    Konvensional: Pertanggungjawaban hanya kepada pemilik, manajemen, dan hukum negara.

    Syariah: Pertanggungjawaban bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT, sehingga memiliki nilai ibadah.

  10. Berikut jawaban untuk soal:
    Nama : Peron
    Nim : 1224001
    Jawaban no 2 Menurut pendapat saya, perilaku manajemen yang sesuai dengan prinsip syariah dapat menjadi salah satu upaya efektif untuk mengurangi praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dalam sebuah perusahaan.

    Alasannya:

    1. Landasan Moral dan Etika
    Manajemen syariah berorientasi pada nilai amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Seorang manajer yang berpegang pada prinsip syariah akan memandang jabatan dan wewenang sebagai titipan, bukan sebagai sarana memperkaya diri. Hal ini menutup celah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

    2. Transparansi dan Akuntabilitas
    Sistem syariah menekankan keterbukaan dalam laporan, kejelasan akad, serta pertanggungjawaban. Jika diterapkan dalam perusahaan, maka setiap keputusan dan penggunaan dana lebih mudah diawasi sehingga potensi praktik korupsi dapat ditekan.

    3. Keadilan dalam Pengelolaan
    Prinsip syariah menolak diskriminasi dan lebih menekankan keadilan serta musyawarah. Dengan begitu, praktik nepotisme (mengutamakan keluarga/teman meskipun tidak kompeten) bisa dikurangi karena keputusan diambil berdasarkan kemampuan dan kelayakan, bukan kedekatan pribadi.

    4. Larangan Risywah (Suap)
    Dalam Islam, suap jelas dilarang. Penerapan manajemen syariah membuat setiap individu sadar bahwa perilaku suap tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak pada dosa dan tanggung jawab akhirat, sehingga menjadi pengendali moral yang lebih kuat.

    5. Pengawasan Ganda (Internal & Spiritual)
    Jika perusahaan hanya mengandalkan pengawasan internal, masih ada kemungkinan manipulasi. Namun dalam manajemen syariah, setiap individu menyadari adanya pengawasan Allah SWT (muraqabah). Kesadaran spiritual ini memperkuat integritas diri.

    👉 Jadi, bisa disimpulkan: perilaku manajemen sesuai syariah tidak otomatis menghapus KKN, tetapi dapat secara signifikan mengurangi dan mencegahnya karena adanya kombinasi pengawasan struktural (aturan perusahaan) dan pengawasan moral-spiritual (nilai syariah).

  11. Berikut jawaban untuk soal:
    Nama : Peron
    Nim : 1224001
    Jawaban no 1
    1. Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik
    Jawaban :
    •Menentukan Arah dan Tujuan Organisasi

    •Manajemen membantu merumuskan visi, misi, dan tujuan organisasi.

    •Tanpa manajemen yang baik, organisasi bisa kehilangan arah dan tidak memiliki panduan jelas dalam mengambil keputusan.

  12. Nama:Imel talinda
    Nim :1224006
    Prodi: perbankan syariah
    Soal no 1.Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik
    Karena manajemen Sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan,bisa juga menjaga keseimbangan
    Diantara tujuan -tujuan ,dan sasaran dalam kegiatan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas sebuah perusahaan.

  13. Nama: Rahmadani
    Nim : 1124003
    Manajemen yang baik sangat penting dalam organisasi karena:

    1. Menentukan Arah dan Tujuan

    Organisasi membutuhkan manajemen untuk menetapkan visi, misi, serta tujuan yang jelas.

    Tanpa manajemen, organisasi akan berjalan tanpa arah.

    2. Mengatur dan Mengoptimalkan Sumber Daya

    Sumber daya manusia, dana, waktu, dan peralatan terbatas.

    Manajemen membantu menggunakannya dengan efektif dan efisien.

    3. Menciptakan Koordinasi dan Kerjasama

    Organisasi terdiri dari banyak individu dan bagian.

    Manajemen yang baik menyatukan mereka agar tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi selaras menuju tujuan bersama.

    4. Mempermudah Pengambilan Keputusan

    Manajemen menyediakan data, analisis, dan pertimbangan yang matang.

    Keputusan yang diambil lebih tepat dan mengurangi risiko kesalahan.

    5. Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja

    Dengan adanya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, pekerjaan bisa lebih cepat, terarah, dan hasilnya maksimal.

    6. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat

    Manajemen yang baik membangun komunikasi yang jelas, motivasi, pembagian tugas adil, serta hubungan harmonis antara pimpinan dan anggota.

    7. Menjadi Penopang Keberlangsungan Organisasi

    Lingkungan organisasi selalu berubah (persaingan, teknologi, ekonomi, sosial).

    Manajemen yang baik membuat organisasi mampu beradaptasi, bertahan, dan terus berkembang.

    📌 Kesimpulan:
    Manajemen yang baik ibarat mesin penggerak dalam organisasi. Tanpanya, organisasi bisa kehilangan arah, boros sumber daya, dan sulit berkembang. Dengan manajemen yang baik, tujuan dapat dicapai secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

  14. Dalam sebuah organisasi, manajemen yg baik sangat di perlukan agar semua kegiatan dapat berjalan teratur,rapi ,tepat dan sistematis sesuai dgn tujuan yg ingin di capai. Tanpa manajemen yg baik, organisasi akan mengalami kekacauan, pemborosan sumber daya dan kegagalan dalam mencapai tujuan. Manajemen juga menjadi alat untuk mengatur, mengkoordinasikan dan mengawasi setiap fungsi dan unit kerja dalam organisasi agar saling bersinergi dan tidak saling tumpang tindih. Dalam konteks syariah, manajemen yg baik mencerminkan nilai nilai Islam, seperti itqan, Ihsan, dan tanggung jawab kepada Allah SWT, sehingga hasil kerja tidak hanya optimal secara duniawi tetapi juga bernilai ibadah.

  15. Nama: Afawa Rohima Amasya
    Nim : 1224007
    Prodi: Perbankan Syariah
    Soal no 1 : Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik?
    Jawaban:
    Dalam sebuah organisasi, manajemen yang baik sangat diperlukan karena ia menjadi dasar agar seluruh kegiatan berjalan secara rapi, benar, tertib, teratur, dan sistematis. Jika manajemen tidak dijalankan dengan baik, maka organisasi bisa kacau, tidak terarah, dan tujuan yang sudah ditetapkan sulit dicapai. Bahkan, sebagaimana ungkapan Ali bin Abi Thalib r.a., “kebenaran bisa saja dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir dengan baik.” Artinya, lemahnya pengelolaan dalam organisasi sering kali menjadi penyebab kegagalan, bukan karena lawannya lebih kuat.
    Melalui manajemen, setiap aktivitas organisasi diatur secara berurutan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, hingga pengawasan. Perencanaan membuat arah kerja lebih jelas, pengorganisasian memastikan struktur dan pembagian tugas tepat sesuai kapasitas orang-orangnya, penggerakan memberi motivasi agar semua bergerak menuju tujuan, dan pengawasan memastikan pekerjaan tetap sesuai dengan rencana awal. Bahkan hasil pengawasan kemudian menjadi bahan perbaikan untuk periode berikutnya, sehingga manajemen bersifat siklus dan berkelanjutan.
    Selain itu, manajemen juga memastikan bahwa setiap unit kerja seperti bagian keuangan, perlengkapan, produksi, pemasaran, dan administrasi—bekerja sesuai fungsi masing-masing dan saling mendukung. Jika ada satu bagian yang tidak berfungsi dengan baik, maka bagian lain akan terhambat. Tetapi jika semua bagian bersinergi, organisasi dapat berjalan kokoh seperti bangunan yang kuat, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ash-Shaff: 4.
    Contoh nyata bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam skala besar, pengelolaan sumber daya alam di Indonesia sering menimbulkan masalah karena manajemennya buruk. Undang-undang sudah ada, tetapi karena tidak dijalankan dengan baik, hasilnya justru merusak lingkungan. Dalam skala kecil, rumah tangga pun memerlukan manajemen. Seorang PNS dengan gaji terbatas, jika tidak mengelola keuangannya dengan baik, pasti akan kesulitan memenuhi kebutuhan sebulan penuh.
    Dari sini jelas bahwa semua bentuk organisasi—baik rumah tangga, perusahaan, maupun pemerintahan—memerlukan manajemen yang baik agar tujuan dapat tercapai dengan efektif, efisien, dan terarah.

  16. Nama: Windi Irma Dani
    Nim:1224004

    Soal 1: Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik.

    Jawaban: Karena manajemen sangat penting untuk mencapai tujuan organisas. Manajemen memastikan adanya pengawasan dan evaluasi yang konsisten untuk kinerja organisasi terus ditingkatkan , serta memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif . Organisasi yang tidak memiliki manajemen yang baik akan mengalami kesulitan dalam pertumbuhan, mengalami konflik internal, dan gagal menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

  17. Perbedaan Manajemen Konvensional dan Manajemen Syariah

    Landasan Filosofis

    Konvensional: Berdasarkan rasionalitas, pengalaman, dan teori manajemen modern yang menekankan efisiensi, efektivitas, serta pencapaian keuntungan.

    Syariah: Berlandaskan Al-Qur’an, Hadis, ijma’ dan qiyas. Tujuannya bukan hanya keuntungan, tetapi juga keberkahan, keadilan, dan kemaslahatan.

    Tujuan Utama

    Konvensional: Fokus pada profit maximization (memaksimalkan keuntungan).

    Syariah: Mencapai falah (kebahagiaan dunia-akhirat), menjaga keseimbangan antara profit, sosial, dan spiritual.

    Prinsip Dasar

    Konvensional: Menggunakan prinsip umum manajemen (planning, organizing, actuating, controlling) tanpa batasan nilai agama.

    Syariah: Menerapkan prinsip halal-haram, amanah, adil, transparan, musyawarah, serta menghindari riba, gharar, dan maysir.

    Orientasi Stakeholder

    Konvensional: Lebih berorientasi pada kepentingan pemilik modal dan pemegang saham.

    Syariah: Mengutamakan kepentingan semua pihak: pemilik, karyawan, masyarakat, lingkungan, dan terutama ridha Allah.

    Pertanggungjawaban

    Konvensional: Pertanggungjawaban bersifat horizontal, terutama kepada atasan, pemilik, atau stakeholder.

    Syariah: Pertanggungjawaban bersifat horizontal (kepada manusia) dan vertikal (kepada Allah SWT).

    Mungkin bisa diartikan juga bahwa:
    Manajemen konvensional menekankan efisiensi dan keuntungan duniawi, sedangkan manajemen syariah memadukan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai Islam, sehingga lebih berorientasi pada keberkahan, keadilan, dan pertanggungjawaban kepada Allah.

  18. Soal:no.1
    Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik.

    Jawaban:
    Sebuah organisasi memerlukan manajemen yang baik karena manajemen adalah pondasi utama yang mengatur semua sumber daya agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Berikut adalah alasan-alasan pentingnya manajemen yang baik dalam organisasi:

    1. Menentukan Arah dan Tujuan yang Jelas
    Manajemen membantu menetapkan visi, misi, dan tujuan organisasi. Tanpa manajemen yang baik, organisasi akan kehilangan arah dan tidak tahu prioritas apa yang harus dikerjakan.

    2.Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya
    Manajemen yang baik memastikan penggunaan sumber daya — seperti tenaga kerja, waktu, uang, dan fasilitas — secara optimal dan tidak boros.

    3.Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja
    Manajer yang kompeten dapat mengatur tugas, membagi pekerjaan, dan memotivasi anggota tim agar bekerja secara maksimal. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi.

    4.Mengatasi Masalah dan Mengambil Keputusan Tepat
    Organisasi pasti menghadapi tantangan. Manajemen yang baik mampu menganalisis masalah, merumuskan solusi, dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

    5.Meningkatkan Koordinasi dan Komunikasi
    Manajemen menciptakan struktur organisasi yang jelas dan alur komunikasi yang baik antar bagian, sehingga semua tim dapat bekerja sama secara selaras dan terkoordinasi.

    6.Menyesuaikan Diri dengan Perubahan
    Lingkungan bisnis selalu berubah. Manajemen yang baik memungkinkan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan, seperti kemajuan teknologi, perubahan pasar, atau krisis ekonomi.

    7.Menciptakan Kepemimpinan yang Efektif
    Manajemen yang baik membentuk pemimpin yang mampu membimbing, memengaruhi, dan memberi arahan kepada timnya agar bekerja sesuai tujuan bersama.

    8. Menjamin Keberlanjutan Organisasi
    Dengan perencanaan jangka panjang, pengawasan yang ketat, dan evaluasi rutin, manajemen yang baik membantu menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisasi di masa depan.

    > Tanpa manajemen yang baik, organisasi akan berjalan tanpa arah, boros sumber daya, penuh konflik, dan sulit mencapai tujuannya.Sebaliknya, manajemen yang baik menjadi kunci sukses dan stabilitas jangka panjang bagi organisasi.

  19. Ekonomi Manajemen Syariah
    Semester: II
    Nama : Ningsih Fricilia
    NIM : 1124020

    Berikut jawaban untuk soal:
    Nama : Rezky Ramadhan
    Nim : 1224003
    Jawaban no 1
    1. Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik
    Jawaban :
    •Menentukan Arah dan Tujuan Organisasi

    •Manajemen membantu merumuskan visi, misi, dan tujuan organisasi.

    •Tanpa manajemen yang baik, organisasi bisa kehilangan arah dan tidak memiliki panduan jelas dalam mengambil keputusan.

  20. Nafa’atiz Zikra (1224005)
    1.Mengapa dalam sebuah organisasi memerlukan sebuah manajemen yang baik.
    =>manajemen yang baik adalah fondasi utama agar sebuah organisasi dapat berjalan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam mencapai tujuannya.

  21. Nama : Annisa Mutia Zahra
    NIM : 1224008
    Prodi: Perbankan Syariah
    Jawaban pertanyaan 2
    Menurut pendapat saya, perilaku manajemen yang sesuai dengan prinsip syariah sangat berpotensi mengurangi perilaku Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam sebuah perusahaan. Hal ini didasarkan pada beberapa alasan sebagai berikut:

    1. Landasan Moral dan Spiritualitas yang Kuat
    Manajemen syariah tidak hanya mengatur aspek teknis operasional, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Prinsip ini menciptakan kesadaran bahwa setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan manusia tetapi juga di hadapan Tuhan. Ini menjadi rem spiritual yang kuat untuk tidak melakukan praktik KKN.

    Contoh: Seorang manajer yang beriman dan sadar bahwa gaji serta kekuasaan adalah amanah dari Allah, akan lebih berhati-hati dalam menggunakan kewenangannya.

    2. Prinsip Keadilan (Al-‘Adl)
    Manajemen syariah menekankan keadilan dalam seluruh proses bisnis dan pengambilan keputusan. Ini berarti setiap karyawan atau mitra usaha mendapatkan perlakuan yang adil, bukan karena kedekatan pribadi (nepotisme) atau pertukaran keuntungan pribadi (korupsi/kolusi).

    Dalam praktik rekrutmen, misalnya, penilaian dilakukan berdasarkan kompetensi dan integritas, bukan relasi personal.

    3. Transparansi dan Amanah
    Etika bisnis Islam mendorong transparansi laporan keuangan dan amanah dalam mengelola sumber daya perusahaan. Transparansi akan mempersulit praktik korupsi dan kolusi, karena setiap keputusan dan penggunaan dana dapat diaudit secara terbuka.

    4. Hisbah dan Pengawasan Internal
    Dalam tradisi Islam, ada konsep hisbah, yaitu pengawasan terhadap ketertiban dan kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dunia bisnis. Jika manajemen syariah diterapkan, maka akan dibentuk sistem pengawasan yang tidak hanya legal-formal tetapi juga moral-etik.

    5. Larangan Risywah (Suap)
    Syariah secara tegas melarang segala bentuk suap dan hadiah dalam transaksi yang bisa memengaruhi keadilan keputusan. Penerapan ini secara langsung menutup celah kolusi dan korupsi yang sering muncul dalam pengadaan proyek atau tender.

  22. Nama : Rezky Ramadhan
    Nim : 1224003
    Jawaban no 1

    1. Menentukan Arah dan Tujuan Organisasi

    Manajemen membantu merumuskan visi, misi, dan tujuan organisasi.

    Tanpa manajemen yang baik, organisasi bisa kehilangan arah dan tidak memiliki panduan jelas dalam mengambil keputusan.

    2. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya

    Sumber daya seperti manusia, waktu, uang, dan teknologi terbatas jumlahnya.

    Manajemen yang baik memastikan semuanya digunakan secara efisien dan tepat sasaran, tanpa pemborosran.

    3. Koordinasi dan Kolaborasi Tim

    Manajemen menyatukan berbagai fungsi, divisi, dan individu dengan arah kerja yang terkoordinasi.

    Ini penting untuk menghindari duplikasi pekerjaan, konflik antarbagian, atau kebingungan tugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed a News

Konsep Dasar Ekonomi Moneter Syariah

Konsep Dasar Ekonomi Moneter Syariah

Perilaku Produsen: Konsep, Tujuan, dan Prinsip Produksi dalam Perspektif Ekonomi

Perilaku Produsen: Konsep, Tujuan, dan Prinsip Produksi dalam Perspektif Ekonomi

Pasar: Pengertian, Jenis, dan Struktur Pasar dalam Ekonomi

Pasar: Pengertian, Jenis, dan Struktur Pasar dalam Ekonomi

Biaya Produksi: Pengertian, Jenis, dan Analisis dalam Teori Ekonomi

Biaya Produksi: Pengertian, Jenis, dan Analisis dalam Teori Ekonomi

Investasi dan Anggaran Modal: Konsep, Jenis, Proses, dan Metode Penilaian

Investasi dan Anggaran Modal: Konsep, Jenis, Proses, dan Metode Penilaian

Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Pengertian, Jenis, dan Pentingnya dalam Dunia Bisnis Modern

Hak Kekayaan Intelektual (HKI): Pengertian, Jenis, dan Pentingnya dalam Dunia Bisnis Modern

ANGGARAN KOMPREHENSIF

ANGGARAN KOMPREHENSIF

HUKUM PAJAK

HUKUM PAJAK